RSS

Tiga Sentuhan Belajar Bahasa Inggris Jadi Menyenangkan

10 Apr

Banyak cara untuk mengajarkan Bahasa Inggris yang menyenangkan. Namun kenyataan, guru masih kesulitan mengantarkan siswanya mencapai nilai yang diharapkan. Setidaknya ada tiga hal yang perlu disentuh dalam proses belajar mengajar. Pertama, siswa harus merasa nyaman dalam pembelajaran. Kedua, siswa dan harus memiliki bahan ajar. Ketiga, adanya kesadaran bila belajar Bahasa Inggris itu sudah menjadi kebutuhan.
Penulis mencoba membagi pengalaman terkait praktik tiga sentuhan ini. Untuk sentuhan pertama, sebelum memulai pelajaran, penting kiranya guru menyapa dua atau tiga anak. Sedikit bualan atau lelucon juga bisa dipakai agar anak didik bisa tersenyum. Intinya mereka bisa unjuk gigi sebagai sinyal welcome atas kehadiran kita. Setidaknya guru tidak diangap sebagai monster tapi kawan untuk belajar.
Tidak bisa dipungkiri beberapa ada siswa yang berlebih dari yang kita harapkan. Mereka sebetulnya memang anak-anak yang haus perhatian. Karenannya perlu kita dekati, ajak bicara dengan sopan. Bila itu kita lakukan, berdasarkan pengalaman, mereka menjadi sungkan sendiri. Saya yakin sebagai seorang pengajar, kita bisa merasakan suasana kelas yang nyaman, kaku atau bertepuk sebelah tangan.
Untuk memraktikkan sentuhan kedua, kita harus benar-benar menyiapkan materi atau bahan ajar yang hendak diberikan. Sebab anak didik kita itu sekarang pandai dan bisa menilai sekaligus menyikapi persiapan bahan ajar dari guru. Mereka bisa bereaksi menentang kalau melihat guru tidak siap mengajar. Selain itu, bahan ajar juga penting untuk memandu kita untuk menerapkan metode tertentu ahar anak bisa belajar.
Kebetulan dua anak kandung saya sedang duduk di SMP dan SMA. Mereka berdualah inspirasi saya untuk mengembangkan metode mengajar di sekolah di mana saya mengajar. Saya yakin dunia anak saya tidak jauh beda dengan kondisi siswa/murid saya, maka saya pelajari karakter anak-anak saya, mulai dari cara bicara, menyebutkan istilah-istilah buat temannya sampai kegemaran mereka apa.
Terinspirasi dari kegemaran anak perempuan saya, yaitu mendownload film-film Korea, Jepang, dan Cina, saya coba mengikutinya. Awalnya sulit dan jadi bahan ketawaan anak saya; seperti ABG saja. Ternyata, film Korea tersebut menggunakan bahasa Korea tetapi subtitle-nya menggunakan bahasa Inggris sederhana, beberapa muncul kata-kata sulit yang memaksa anak saya membuka kamus.
Kompetensi yang didapat adalah anak mau membaca, mencoba memahami, mencoba menganalisa dan berani menulis kesimpulan. Sebagai pendidik, jelas kita harus selektif dalam memilih isi cerita film-film Korea tersebut. Ada beberapa film yang tanpa disadari merupakan petuah, ada yang tidak layak ditonton dan ada yang murni humor.
Sedangkan anak laki-laki saya gemar sekali membaca Koran Bola. Di kelas, saya membagikan beberapa Koran Bola bekas, saya biarkan mereka menikmati bacaan tersebut kurang lebih sepuluh menit. Sesaat kemudian mereka asyik dengan artikel yang mereka sukai. Disaat seperti inilah saya meminta mereka untuk mencari judul sederhana dan menuliskan 10 judul untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.
Awalnya memang sulit, tapi mereka berusaha keras untuk mendapatkan tandatangan saya sebagai gurunya jika bisa menyelesaikan 10 judul bacaan. Kompetensi yang diharapkan adalah, siswa mampu menterjemahkan dalam bahasa Inggris, memperbanyak kosa kata, penerapan structure dengan tepat.
Sentuhan yang ketigabagaimana pendidik mengarahkan siswanya untuk menyadari bahwa belajar bahasa Inggris itu sebuah kebutuhan bukan keterpaksaan. Ini adalah tuntutan globalisasi dunia. Pengajar dituntut untuk kreatif dan inovatif, untuk membuat anak didik ketagihan belajar. Biasanya saya menerapkan sentuhan ini di luar jam pelajaran, misalnya ketika ada anak makan permen.
Saya dekati dia dan saya ajak dia untuk membahas tulisan yang tertera di bungkus permen tersebut dengan rilek, ketika ada murid dengan tas bertuliskan bahasa Inggris, saya ajak dia untuk menterjemahkan, dll. Ternyata, beberapa anak mulai berani menanyakan terjemahan sampul bukunya, judul nyanyian bahkan ada anak yang minta diajarkan marah menggunakan bahasa Inggris melalui SMS.

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 10, 2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: