RSS

Langkah Strategis Merumuskan Pendidikan Karakter

05 Jun

Peliknya problem bangsa ini mengisyaratkan bahwa untuk memulihkannya membutuhkan energi yang besar yang disertai visi yang mampu membawa nilai-nilai etika dan moralitas sebagai jiwa bangsa. Nah, karena itulah, salah satu lahan persemaian nilai-nilai etika dan moralitas bermula dari dunia pendidikan.

Dunia pendidikan yang tentunya mengajarkan aspek nilai bukan pengetahuan belaka. Dunia pendidikan yang menempa peserta didik untuk berlaku jujur dan percaya diri dengan kapasitasnya. Dunia pendidikan yang melahirkan pribadi-pribadi unggul, bermoral dan berakhlak.

Menurut Thomas Lickona Pendidikan karakter yang baik, harus melibatkan bukan saja aspek “pengetahuan yang baik” (moral knowing), tetapi juga “merasakan dengan baik” atau loving the good” (moral feeling), dan “perilaku yang baik” (moral action). Artinya, Pendidikan karakter adalah perangkat pengajaran yang membawahi berbagai aspek yang menyangkut pengendalian emosi, pengembangan kognisi, pendidikan moral dan etika, pendidikan keterampilan hidup.

Secara lebih gamblang pendidikan karakter harus mampu menyentuh pilar yang saling kait-mengait, yaitu: responsibility (tanggung jawab); respect (rasa hormat); fairness (keadilan); courage  (keberanian);  honesty (kejujuran); citizenship (kewarganegaraan); self-discipline (disiplin diri); caring (peduli), dan perseverance (ketekunan). Karena begitu pentingnya pendidikan karakter. Tugas pembentukan karakter tidak hanya dibebankan pada satu mata pelajaran khusus.

Oleh karena itu diperlukan langkah-langkah yang sistematis agar pendidikan karakter terintegrasi dalam skala yang luas.

Langkah pertama
Dengan melakukan internalisasi melalui setiap matapelajaran dalam kegiatan belajar mengajar. Artinya, pembentukan karakter mutlak menjadi tanggung jawab seluruh guru mata pelajaran. Pendidikan karakter tidak perlu ditempatkan dalam sudut tertentu yang seolah memberikan kemewahan tersendiri.

Langkah kedua
Melakukan pembiasaan dalam sekolah melalui pertautan antara pengetahuan moral dengan perilaku aktual. Pemberlakuan kantin kejujuran bisa jadi sebuah contoh bagaimana siswa menerapkan nilai-nilai kejujuran. Selain itu pentingnya agar seluruh guru dan perangkat dari sekolah untuk menjadi tauladan dalam membentuk karakter siswa. Peran ketauladan sangat penting untuk menularkan contoh pada siswa.

Langkah ketiga
Agar pendidikan karakter dapat menjadi panduan bagi peserta didik dalam mengarungi kehidupan nyata adalah peran keluarga dan orang tua. Kondusifnya situasi keluarga akan sangat mempengaruhi watak kepribadian seorang anak. Hal ini dikarenakan keluarga merupakan tempat pertama dan utama dalam pendidikan. Dalam keluargalah penanaman nilai, moral dan akhlak untuk pertamakali dikenalkan.

Dalam keluarga pendidikan akan tumbuh dari sikap saling asuh dan kasih sayang yang ditunjukkan orang tua pada anak. Oleh karena itu, tidak salah bila menyebut keluarga merupakan lahan subur pengembangan mental dalam membangun pribadi yang utuh. (*)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 5, 2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: