RSS

Ruang dan Multimedia

01 Mar

Ruang adalah suatu tempat yang digunakan untuk melakukan kegiatan. Dalam hal ini adalah kegiatan pendidikan yaitu proses belajar mengajar. Sedangkan multimedia berasal dari dua kata yaitu multi dan media, multi berarti beberapa dan media berarti sarana atau alat. Kata multimedia sendiri sebenarnya sudah ada sebelum komputer seperti saat ini dan lebih banyak di pakai di dunia hiburan seperti pementasan teater multimedia yang sudah ada sejak lama yaitu satu bentuk pementasan teater yang didukung oleh banyak alat bantu seperti pengeras suara, lampu panggung, gambar bergerak pada latar dan sebagainya ( Asa Briggs dan Peter Burke,2006:50 ). Di dunia home electronics juga di kenal televisi digital multimedia yang artinya televisi tersebut dapat mendukung penggunaan banyak alat seperti menerima masukan dari cd player, game player dan lain sebagainya. Masuk ke dunia komputer yang booming dengan embel embel multimedia ketika produk sound card, produk tv card, produk graphic card masuk sebagai perluasan fungsi komputer pada dekade 90-an. Saat itu komputer menjadi semakin fleksibel penggunaannya tidak hanya untuk melakukan kegiatan komputing seperti pada awal awal kehadiran komputer tetapi memiliki fungsi tambahan untuk memainkan lagu, menerima sinyal televisi, memainkan film dan sebagainya. Produk ini laku di pasaran dan saat ini semua device tambahan tersebut menjadi standar untuk semua produk komputer khususnya Personal Computer. Untuk produk produk server device tambahan tersebut hampir tidak digunakan.

Multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat bernavigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi ( wikipedia.org.id ). Multimedia sering digunakan dalam dunia hiburan. Selain dari dunia hiburan, Multimedia juga diadopsi oleh dunia Game.

Multimedia dimanfaatkan juga dalam dunia pendidikan dan bisnis. Di dunia pendidikan, multimedia digunakan sebagai media pengajaran, baik dalam kelas maupun secara sendiri-sendiri. Di dunia bisnis, multimedia digunakan sebagai media profil perusahaan, profil produk, bahkan sebagai media kios informasi dan pelatihan dalam sistem e-learning.

Fungsi ruang dan multimedia bagi pembelajaran
Ruang multimedia berfungsi untuk melakukan kegiatan pembelajaran yang memerlukan alat-alat pembelajaran baik berupa audio maupun visual.

Menurut Eveline Siregar dan Dewi Salma dalam bukunya yang berjudul Mozaik Teknologi Pendidikan ( 2007 : 6 ) dikatakan bahwa fungsi media pembelajaran adalah sebagai berikut :
1. Fungsi AVA ( Audiovisual Aids atau Teaching Aids ) berfungsi untuk memberikan pengalaman yang konkret kepada siswa.
2. Fungsi Komunikasi

Media berasal dari kata medium ( singular ) yang artinya “ in between “ ( di antara ). Jadi media berada di tengah ( di antara ) dua hal, yaitu yang menulis/membuat media ( dalam komunikasi disebut komunikator atau sumber/source ) dan orang yang menerima ( membaca, melihat, mendengar) media ( dalam komunikasi disebut receiver, penerima, audience, atau komunikan ) Media yang dibuat ( ditulis dalam bentuk modul dan lain-lain dibuat dalam bentuk film, slide, OHP dan sebagainya ) memuat pesan (message ) yang akan disampaikan (ditransmisikan) kepada penerima. Dalam komunikasi tatap muka ( face to face communication ), pembicara ( komunikator ) langsung berhadapan dalam menyampaikan pesannya kepada penerima ( audience ), tanpa adanya perantara ( medium ) yang digunakan. Dengan meletakkan pesan yan ghendak disampaikan ke dalam suatu format media tertentu ( buku, film, slide, dan sebagainya ) yang dinamakan kegiatan encoding, maka komunikator tidak perlu lagi berhadapan langsung dengan pihak penerima. Komunikasi masih dapat berlangsung melalui media tersebut. Si penerima perlu melakukan kegiatan decoding terhadap media yang dihadapkan kepadanya.

Inilah fungsi yang kedua dari media pembelajaran yaitu sebagai sarana komunikasui dan interaksi antara siswa dengan media tersebut, dan dengan demikian merupakan sumber belajar yang penting.

Sedangkan menurut Rahardjo (1991) menyatakan bahwa media dalam arti yang terbatas, yaitu sebagai alat bantu pembelajaran. Hal ini berarti media sebagai alat bantu yang digunakan guru untuk:
1. memotivasi belajar peserta didik
2. memperjelas informasi/pesan pengajaran
3. memberi tekanan pada bagian-bagian yang penting
4. memberi variasi pengajaran
5. memperjelas struktur pengajaran.

Di sini media memiliki fungsi yang jelas yaitu memperjelas, memudahkan dan membuat menarik pesan kurikulum yang akan disampaikan oleh guru kepada peserta didik sehingga dapat memotivasi belajarnya dan mengefisienkan proses belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan belajar mengajar akan lebih efektif dan mudah bila dibantu dengan sarana visual, di mana 11% dari yang dipelajari terjadi lewat indera pendengaran, sedangkan 83% lewat indera penglihatan. Di samping itu dikemukakan bahwa kita hanya dapat mengingat 20% dari apa yang kita dengar, namun dapat mengingat 50% dari apa yang dilihat dan didengar.

Bentuk-bentuk penyajian materi dengan menggunakan ruang multimedia
Pada saat ini kita dihadapkan pada pilihan media yang banyak sekali. Berbagai usaha telah dilakkan utuk membagi-bagi media dalam klasifikasi kategori atau golongan tertentu, didasarkan pada kemampuannya, bentuk fisiknya, biaya dan sebagainya. Salah satu penggolongan media yang dilakukan oleh Schramm, misalnya adalah “ media besar “ dan “ media kecil “. Media besar memerlukan biaya investasi besar dan perlu digunakan secara meluas untuk mencapai skala ekonomis, dan media kecil adalah yang sederhana dan dapat dipakai secara lebih luwes.

Pengklasifikasian media berdasarkan ciri-ciri tertentu itu dikenal dengan sebutan taksonomi media. Karena pada dasarnya media pembelajaran yang banyak dipergunakan adalah media komunikasi, maka dallam pembahasan taksonomi ini dipakai taksonomi media komunikasi. Dasar taksonomi yang dipakai di sini adalah yang dibuat oleh Haney dan Ullmer ( 1981 ).

Menurut Haney dan Ulmer ada tiga kategori utama berbagai bentuk media pembelajaran itu. Pertama, media yang mampu menyajikan informasi karena itu disebut media penyaji; kedua, media yang mengandung informasi dan disebut media objek; ketiga, media yang memungkinkan untuk berinteraksi, dan kerna itu disebut media interaktif ( Prof. Yusufhadi Miarso, 2005 : 462 ).

Media Penyaji berbentuk antara lain :
1. Kelompok satu : Grafis, Bahan cetak, dan Gambar diam
Ketiga bentuk media ini memang mempunyai perbedaan pokok, bahan cetak mempunyai simbol huruf dan angka, grafis di buat melalui proses gambar, dan gambar diam di buat melalui proses fotografi. Tetapi ketiganya dapat dikelompokkan menjadi satu karena mereka memakai bentuk penyajian yang sama, yaitu visual diam, dan kesemuanya memperagakan pesan yang disampaikan secara langsung.

2. Kelompok dua : Media proyeksi diam
Kelompok ini meliputi film bingkai ( slides ), film rangkai ( filmstrip ) dan transparansi, termasuk dengan sarana proyeksi masing-masing ditambah dengan proyektor pantul (opaque projector) yang kadang-kadang digunakan beserta bahan-bahannya.

3. Kelompok ketiga : Media audio
Media audio hanya menyalurkan dalam bentuk bunyi. Bahan audio yang paling umum dipakai dalam mengajar adalah rekaman dalam bentuk pita dan piringa hitam. Keduanya merupakan media yang mainkan kembali, dengan alat perekam yang menggunakan pita terbuka ( reel to reel ), atau kaset, sedang untuk mendengarkan piringan hitam ada berbagai macam cara gramofon yang tersedia.

4. Kelompok keempat : Audio ditambah media visual diam
Media yang termasuk dalam kelompok ini biasanya merupakan kombinasi rekaman audio dan bahan-bahan visul diam Salah satu bentuk yang paling lazim adalah film rangkai suara, yang biasanya menggunakan rekaman yang disinkronisasikan dengan gambar pada film rangkai.

5. Kelompok lima : Gambar hidup ( film )
Media presentasi yang oaking canggih adalah media yang dapat menyampaikan lima macam bentuk informasi : gambar, garis, simbol, suara dan gerakkan. Media itu adalah gambar hidup ( film ) dan televisi. Tetapi sungguhpun demikian tak semua jenis televisi dan film dapat menyampaikan semua jenis informasi. Film bisu umpamanya, dengan sendirinya tidak dapat mengeluarkan suara.

6. Kelompok keenam : Televisi
Televisi memang memberikan penyajian yang seruoa dengan film tetapi menggunakan proses elektronis dalam merekam, menyalurkan, dan memperagakan gambar. Jadi televisi mempunyai karakteristik produksi dan transmisi yang sangat berbeda dari film. Ada berbagai bentuk televisi yaitu televisi untuk siaran, telivisi siaran terbatas, dan papan tulis jarak jauh ( telewriting ) yang kurang dikenal.

7. Kelompok ketujuh : Multimedia
Oleh karena berbagai media dapat dikombinasikan dengan yang lain dalam berbagai cara, barangkali agak terlalu berlebihan untuk menamakan kelompok ini sebagai kelompok media tersendiri. Namun kita masih dapat mengenali beberapa sifat dasar dari sistem multimedia ini. Pengertian multimedia merujuk pada berbagai bahan belajar yang membentuk satu unit atau yang terpadu, dan yang dikombinasikan atau “ dipaketkan “ dalam bentuk modul dan disebut sebagai “ kit “, yang dapat digunakan untuk belajar mandiri atau kelompok tanpa harus didampingi oleh guru.

Media objek
Media objek adalah benda tiga dimensi yang mengandung informasi tidak dalam bentuk penyajian tetapi melalui ciri fisiknya seoerti ukuran beratnya, bentuknya, susunannya, warnanya, fungsinya, dan sebagainya. Media objek meliput dua kelompok, yaitu objek yang sebenarnya dan objek pengganti.

Media interaktif
Karakteristik terpenting kelompok ini adalah bahwa siswa tidak hanya memperhatikan penyajian atau objek, tetapi dipaksa untuk berinteraksi selama mengikuti pelajaran. Paling sedikit ada tiga macam interaksi yang dapat diidentifikasi. Pada tingkat pertama siswa berinteraksi dengan sebuah program, misalnya mengisi blanko pada teks yang terprogram. Tingkat berikutnya siswa berinteraksi dengan mesin, misalnya mesin pembelajaran, simulator, laboratorium bahasa atau terminal komputer. Bentuk ketiga media interaktif adalah yang mengatur interaksi antarsiswa secara teratur tetapi tidak terprogram.

Adapun bentuk-bentuk penyajian yang digunakan oleh guru Pkn dalam menyamapaikan materi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan menggunakan ruang multi media di SMP Negeri 1 Gekbrong adalah sebagai berikut :

Aktivitas Guru
Menyiapkan alat dan bahan untuk presentasi
Sebelum memulai pembelajaran, guru harus menyiapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan menggunakan ruang multimedia adalah sebagai berikut :

Alat
Komputer baik dalam bentuk PC ataupun Laptop
Komputer ataupun Laptop yang digunakan disini sebagai alat visual yang akan digunakan oleh guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam mempresentasikan materi yang akan disampaikan. Komputer yang tersedia di ruang multimedia adalah standar Pentium 4 yang telah terkoneksi dengan jaringan internet, yang memudahkan guru maupun siswa untuk melakukan browsing pada saat pembelajaran berlangsung.

LCD Proyektor
Adalah yang dihubungkan ke Komputer atau laptop dalam membantu siswa dan guru melakukan presentasi di depan kelas agar tampilan lebih jelas dan terang.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 1, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: