RSS

SMPN 1 JATISARI

VISI : ” TERWUJUDNYA PESERTA DIDIK YANG UNGGUL DALAM PRESTASI AKADEMIK DAN NON-AKADEMIK DENGAN JIWA YANG RELIGIUS “

PERATURAN AKADEMIK
SMP NEGERI 1 JATISARI

I. PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Undang-Undang RI No. 20 tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah RI No. 19 tahun 2005 mengamanatkan : “Setiap satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah wajib memenuhi Standar Nasional Pendidikan yang meliputi Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Proses, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan dan Standar Penilaian Pendidikan”. Komponen standar pengelolaan yang implementasinya kurang mendapat perhatian sekolah adalah Rencana Kerja Sekolah. Rencana kerja sekolah memerlukan pedoman pengelolaan sebagai petunjuk pelaksanaan operasional. Bagian penting dari pedoman pengelolaan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan rencana kerja sekolah bidang kurikuklum dan pembelajaran adalah Peraturan Akademik.

B. TUJUAN
Peraturan akademik ini disusun bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di SMP Negeri 1 Jatisari.

C. LANDASAN HUKUM
1. UU RI No.20 tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5670);
2. Permendiknas No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi, Permendiknas No. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan.
3. Permendiknas No. 24 tahun 2006 dan No. 6 tahun 2007 tentang pelaksanaan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan.
4. Permendiknas No. 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan.
5. Permendiknas No. 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
6. Permendiknas No. 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana.
7. Permendikbud RI No. 53 tahun 2015 tentang penilaian hasil belajar oleh pendidik dan satuan pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
8. Permendikbud RI No. 57 tahun 2015 tentang penilaian hasil belajar oleh pemerintah melalui ujian nasional, dan penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan melalui Ujian Sekolah pada SMP.
9. Permendikbud RI No. 103 tahun 2014 tentang pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
10. Permendikbud RI No. 23 Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti

II. PERATURAN AKADEMIK

A. LAYANAN PEMBELAJARAN
1. UMUM
Peraturan Akademik SMPN 1 Jatisari merupakan pedoman dalam pengelolaan pendidikan. Proses pembelajaran di SMP Negeri 1 Jatisari dilakukan dengan model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student-centered) “dua arah” dialogis. Dalam proses ini diharapkan :
a. Peserta didik berani dan banyak bertanya atau mengemukakan pendapat,
b. Peserta didik mau aktif berkonsultasi tentang pelajaran dengan guru, baik di dalam maupun di luar jam belajar,
c. Terbangunnya suasana pembelajaran yang kritis, terbuka dan menghargai perbedaan pendapat (demokratis), mengingat dalam proses pembelajaran yang terjadi bukan hanya transfer of knowledge and skill tetapi juga transfer of value,
d. Terbentuknya kelompok-kelompok belajar.
2. PROGRAM MATRIKULASI
Merupakan program layanan dalam kegiatan pembelajaran yang bertujuan untuk menyetarakan pemahaman/kemampuan peserta didik khususnya dalam pelajaran perhitungan dasar (matematika dasar) untuk peserta didik Kelas VII (tujuh). Porgam Matrikulasi dilaksanakan pada awal semester 1 (satu) yang didahului dengan tes awal (pre-tes) matrikulasi, lalu pembelajaran matrikulasi, dan diakhiri dengan tes akhir (post-tes).

3. REMEDIAL
Merupakan layanan pembelajaran bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar (mastery-learning) atau belum mencapai Ketuntasan Belajar Minimal (KBM)/Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Remedial pertama, menjadi kewajiban/inisiatif guru untuk mengadakannya, nilai maksimum = KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)
b. Remedial kedua, diberikan apabila masih belum tuntas pada remedial pertama tetapi menjadi kewajiban/inisiatif peserta didik untuk meminta dan menghubungi guru, nilai maksimum = KKM.
c. Apabila peserta didik akan meminta layanan remedial ketiga dan seterusnya, maka guru yang bersangkutan memberikan materi prasyarat (pre-requisit) yang harus dikerjakan terlebih dahulu oleh peserta didik tersebut, nilai maksimum = KKM.
d. Peserta didik yang mendapat nilai di atas KKM tetapi di bawah nilai maksimum target pribadinya, dapat mengikuti perbaikan atau ‘her’ dengan seizin guru yang bersangkutan.
e. Waktu untuk remedial/perbaikan selambat-lambatnya dilakukan pada hari terakhir belajar sebelum ulangan/tes berikutnya. Guru bersama peserta didik dapat mengatur waktu remedial/perbaikan dan atau diatur oleh sekolah.
f. Kegiatan remedial dapat berupa tatap muka dengan guru atau diberi kesempatan untuk belajar mandiri, kemudian dilakukan penilaian dengan cara menjawab pertanyaan (tes), membuat rangkuman pelajaran, atau mengerjakan tugas mengumpulkan data. Waktu remedial diatur berdasarkan kesepakatan antara peserta didik dengan guru, dapat dilaksanakan pada atau di luar jam efektif. Remedial hanya diberikan untuk indikator yang belum tuntas.

4. PENGAYAAN
Merupakan layanan pembelajaran bagi peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar (mastery learning) dan peserta didik dipersiapkan dalam berbagai kompetisi akademik. Pengayaan dilakukan bagi peserta didik yang memiliki penguasaan lebih cepat dibandingkan peserta didik lainnya, atau peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar ketika sebagian besar peserta didik yang lain belum mencapainya. Peserta didik yang berprestasi baik perlu mendapat pengayaan, agar dapat mengembangkan potensi secara optimal. Salah satu kegiatan pengayaan yaitu memberikan materi tambahan, latihan tambahan atau tugas individual yang bertujuan untuk memperkaya kompetensi yang telah dicapainya. Hasil penilaian kegiatan pengayaan menjadi nilai tambah bagi peserta didik pada mata pelajaran tersebut. Pengayaan dapat dilaksanakan setiap saat baik pada atau di luar jam efektif.

5. PENDALAMAN MATERI
Merupakan layanan pembelajaran bagi peserta didik kelas-IX (sembilan) khususnya dalam persiapan menghadapi Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah (US). Pendalaman Materi Ujian Nasional/Sekolah dilaksanakan pada jam khusus dan termasuk jam belajar efektif dengan kehadiran diperhitungkan prosentasenya.

6. PEMBELAJARAN DI LUAR KELAS/SEKOLAH (STUDI LAPANGAN)
Pembelajaran di luar kelas dapat dilaksanakan oleh guru mata pelajaran sebagai salah satu variasi pembelajaran dengan memanfaatkan fasilitas lingkungan di dalam sekolah seperti lapangan, kebun, taman, kolam, kantin, mesjid maupun lingkungan di sekitar sekolah seperti kantor pemerintah/swasta, perpustakaan umum, pasar/mall, taman serta toko/kafe.
Pembelajaran di luar sekolah (studi lapangan) dilaksanakan 1 (satu) kali dalam satu tahun pembelajaran serta terintegrasi dalam beberapa mata pelajaran terkait.

7. PARTISIPASI/KEIKUTSERTAAN PESERTA DIDIK DALAM BERBAGAI LOMBA TINGKAT REGIONAL (SEKOLAH, KOMISARIAT, KAB/KOTA, PROPINSI, DAN NASIONAL)

SMP Negeri 1 Jatisari secara berkesinambungan mempersiapkan peserta didik dalam berbagai undangan lomba akademik dan secara selektif mengikuti berbagai lomba dengan persiapan dan bimbingan dari guru mata pelajaran terkait.
Peserta didik yang tercatat memiliki prestasi akademik baik serta memiliki kemauan berkompetisi akan dipersiapkan dan diberi kesempatan untuk mewakili sekolah dalam berbagai lomba.

8. PEMBERIAN PENGHARGAAN KEPADA PESERTA DIDIK BERPRESTASI AKADEMIK
Pemberian penghargaan kepada peserta didik berprestasi akademik dilakukan untuk senantiasa memacu peserta didik berkompetisi secara sehat dan termotivasi untuk berusaha menjadi yang terbaik. Prestasi diukur dengan akumulasi nilai kognitif, afektif dan psikomotor setiap semesternya. Prestasi semester 1 (satu) diberikan di awal semester 2 (dua) dan prestasi semester 2 (dua) diberikan di awal semester 1 (satu) awal tahun pelajaran.
Sekolah memberikan tanda sertifikat/piagam penghargaan kepada peserta didik berprestasi akademik, dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Kelas VII dan VIII, diberikan kepada 3 besar di kelasnya dan 3 besar paralel.
b. Kelas IX, diberikan kepada 3 besar di kelasnya dan 3 besar paralel, serta pemberian penghargaan pada saat acara pelepasan peserta didik kelas IX.

9. KOMUNIKASI INTENSIF DENGAN ORANGTUA/WALI
Dilakukan dalam berbagai bentuk antara lain :
a. Undangan Kepala Sekolah pada awal Tahun Pelajaran,
b. Undangan pengambilan Buku Laporan Penilaian Hasil Belajar (Raport) tengah semester 1 (satu) dan tengah semester 2 (dua) atau Raport bayangan,
c. Undangan pengambilan Buku Laporan Penilaian Hasil Belajar (Raport) semester 1 (satu) dan semester 2 (dua) atau Raport kenaikan kelas,
d. Informasi keterlambatan kehadiran peserta didik di sekolah,
e. Informasi kegiatan akademik.
f. Pemanggilan keterlambatan kehadiran peserta didik di sekolah,
g. Pemanggilan peserta didik bermasalah akademik maupun non-akademik dan lain-lain.
B. EVALUASI DAN PENILAIAN
1. EVALUASI
Evaluasi merupakan kegiatan penting dalam proses pembelajaran karena dengan evaluasi akan diperoleh informasi tentang seberapa jauh peserta didik telah menguasai pengetahuan dan keterampilan pada setiap akhir suatu program. Hasil evaluasi juga merupakan umpan balik untuk memperbaiki hambatan yang mungkin timbul dalam proses pembelajaran serta berfungsi sebagai motivasi. Evaluasi di SMP Negeri 1 Jatisari meliputi :

a. PENILAIAN HARIAN (PH)
Penilaian Harian (PH) adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih. PH dapat dilaksanakan oleh masing-masing guru mata pelajaran dengan waktu pelaksanaan yang diinformasikan beberapa hari sebelumnya. Peserta didik yang belum mengikuti PH wajib meminta PH susulan dengan jadwal yang diatur oleh guru yang bersangkutan, dalam waktu selambat-lambatnya 1 (satu) minggu setelah PH dilaksanakan. Peserta didik yang tidak tuntas PH-nya wajib mengikuti remedial dengan jadwal yang diatur/disepakati bersama guru mata pelajaran.

b. TUGAS/PR/PORTOFOLIO/PRAKTIKUM
Evaluasi juga dilakukan melalui tugas atau pekerjaan rumah (PR) atau Portofolio atau Praktikum, baik tugas individual maupun tugas kelompok. Tugas atau PR atau portofolio atau praktikum wajib diselesaikan pada waktunya sesuai ketentuan dari masing-masing guru mata pelajaran.

c. PENILAIAN TENGAH SEMESTER (PTS)
Kegiatan evaluasi yang dilakukan setelah 8 – 9 minggu pembelajaran, cakupan materi seluruh indikator pada kompetensi dasar yang telah dipelajari. Pelaksanaan PTS secara bersamaan kelas VII, VIII, dan IX dengan pengaturan ruang dan waktu dari panitia. Peserta didik mendapat Kartu tanda peserta PTS. Peserta didik yang belum mengikuti PTS karena sakit, harus menunjukkan surat keterangan sakit dari dokter untuk dapat mengikuti susulan PTS yang dijadwalkan oleh panitia. Peserta didik yang tidak tuntas PTS-nya wajib mengikuti remedial dengan jadwal yang diatur/disepakati bersama guru mata pelajaran dan atau diatur oleh sekolah.

d. PENILAIAN AKHIR SEMESTER (PAS) DAN PENILAIAN AKHIR TAHUN (PAT)
PAS dilaksanakan setiap akhir semester 1 (satu) dengan materi mencakup seluruh mata pelajaran yang dipelajari selama satu semester sebelumnya. PAT dilaksanakan setiap akhir semester 2 (dua) dengan materi mencakup seluruh mata pelajaran yang dipelajari pada semester 1 (satu) dan 2 (dua), dengan perbandingan 30 % : 70 %.
Pelaksanaan PAS/PAT secara bersamaan Kelas VII, VIII, dan IX dengan pengaturan ruang dan waktu dari panitia. Peserta didik mendapat Kartu Tanda Peserta PAS/PAT. Peserta didik yang belum mengikuti PAS/PAT karena sakit, harus menunjukkan surat keterangan sakit dari dokter untuk dapat mengikuti susulan PAS/PAT yang dijadwalkan oleh panitia.
Peserta didik yang tidak tuntas PAS/PAT-nya TIDAK ADA PROGRAM REMEDIAL/PERBAIKAN karena bersifat tes akhir untuk menentukan Nilai Raport (NR) dan dalam rangka persiapan secara mental menghadapi Ujian Sekolah (US) dan Ujian Nasional (UN).

e. UJIAN SEKOLAH (US)
Merupakan evaluasi pada akhir penyelesaian program studi di SMPN 1 Jatisari yang pelaksanaannya di selenggarakan oleh sekolah dengan berdasar pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang ada atau dikeluarkan oleh Pemerintah. Kelompok mata pelajaran US terdiri dari Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Seni Budaya, Bahasa Sunda, Prakarya, serta Tata Buku. US terdiri dari Ujian Tulis dan Ujian Praktik. Standar kelulusan US ditetapkan oleh sekolah atas persetujuan orangtua sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang berlaku saat itu.

f. UJIAN NASIONAL (UN)
Merupakan evaluasi pada akhir penyelesaian program studi di SMPN 1 Jatisari yang diselenggarakan secara nasional sesuai kebijakan pemerintah. Mata pelajaran UN terdiri dari Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Rambu-rambu untuk ulangan susulan/perbaikan dan tugas/PR, untuk peserta didik yang belum, harus diselesaikan sesuai ketentuan. Pada akhir semester selambat-lambatnya 1 (satu) minggu sebelum PAS/PAT dilaksanakan, semua ulangan susulan, ulangan perbaikan dan tugas/PR harus sudah diselesaikan, setelah batas itu maka tidak akan diterima dan guru tidak akan melayani. Hal ini bertujuan :
1) agar peserta didik belajar mengatur waktu.
2) agar konsentrasi peserta didik terhadap PAS/PAT bisa lebih fokus, tidak terganggu oleh penyelesaian ulangan susulan, perbaikan, tugas/PR dan sebagainya.

2. PENILAIAN
Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh informasi atau data mengenai proses dan hasil belajar peserta didik. Penilaian dilakukan dengan cara menganalisis dan menafsirkan data hasil pengukuran capaian kompetensi peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.
Kurikulum 2013 merupakan kurikulum berbasis kompetensi yang menekankan pembelajaran berbasis aktivitas yang bertujuan memfasilitasi peserta didik memperoleh sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Hal ini berimplikasi pada penilaian yang harus meliputi sikap, pengetahuan,dan keterampilan baik selama proses (formatif) maupun pada akhir periode pembelajaran (sumatif).
Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan penilaian:
a. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian Kompetensi Dasar (KD) pada Kompetensi Inti (KI-1, KI-2, KI-3, dan KI-4).
b. Penilaian menggunakan acuan kriteria, yaitu penilaian yang dilakukan dengan membandingkan capaian peserta didik dengan kriteria kompetensi yang ditetapkan. Hasil penilaian baik yang formatif maupun sumatif seorang peserta didik tidak dibandingkan dengan skor peserta didik lainnya namun dibandingkan dengan penguasaan kompetensi yang dipersyaratkan.
c. Penilaian dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Artinya semua indikator diukur, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar (KD) yang telah dikuasai dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan belajar peserta didik .
d. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut, berupa program peningkatan kualitas pembelajaran, program remedial bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah KBM/KKM, dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi KBM/KKM. Hasil penilaian juga digunakan sebagai umpan balik bagi orang tua/wali peserta didik dalam rangka meningkatkan kompetensi peserta didik.

1) PENILAIAN SIKAP
a) PENGERTIAN PENILAIAN SIKAP
Penilaian sikap adalah kegiatan untuk mengetahui kecenderungan perilaku spiritual dan sosial peserta didik dalam kehidupan sehari-hari di dalam dan di luar kelas sebagai hasil pendidikan. Penilaian sikap ditujukan untuk mengetahui capaian/perkembangan sikap peserta didik dan memfasilitasi tumbuhnya perilaku peserta didik sesuai butir-butir nilai sikap dalam KD dari KI-1 dan KI-2.

b) TEKNIK PENILAIAN SIKAP
Penilaian sikap dilakukan dengan menggunakan teknik observasi oleh guru mata pelajaran (selama proses pembelajaran pada jam pelajaran), guru bimbingan konseling (BK), dan wali kelas (selama peserta didik di luar jam pelajaran) yang ditulis dalam buku jurnal (yang selanjutnya disebut jurnal). Jurnal berisi catatan anekdot (anecdotal record), catatan kejadian tertentu (incidental record), dan informasi lain yang valid dan relevan. Jurnal tidak hanya didasarkan pada apa yang dilihat langsung oleh guru, wali kelas, dan guru BK, tetapi juga informasi lain yang relevan dan valid yang diterima dari berbagai sumber. Selain itu, penilaian diri dan penilaian antar-teman dapat dilakukan dalam rangka pembinaan dan pembentukan karakter peserta didik, yang hasilnya dapat dijadikan sebagai salah satu data konfirmasi dari hasil penilaian sikap oleh pendidik. Skema penilaian sikap dapat dilihat pada gambar berikut :
Skema Penilaian Sikap

(1) OBSERVASI
Instrumen yang digunakan dalam observasi berupa lembar observasi atau jurnal. Lembar observasi atau jurnal tersebut berisi kolom catatan perilaku yang diisi oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK berdasarkan pengamatan dari perilaku peserta didik yang muncul secara alami selama satu semester. Perilaku peserta didik yang dicatat di dalam jurnal pada dasarnya adalah perilaku yang sangat baik dan/atau kurang baik yang berkaitan dengan indikator dari sikap spiritual dan sikap sosial. Setiap catatan memuat deskripsi perilaku yang dilengkapi dengan waktu dan tempat teramatinya perilaku tersebut. Catatan tersebut disusun berdasarkan waktu kejadian.
Apabila seorang peserta didik pernah memiliki catatan sikap yang kurang baik, jika pada kesempatan lain peserta didik tersebut telah menunjukkan perkembangan sikap (menuju atau konsisten) baik pada aspek atau indikator sikap yang dimaksud, maka di dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didik tersebut telah (menuju atau konsisten) baik atau bahkan sangat baik. Dengan demikian, yang dicatat dalam jurnal tidak terbatas pada sikap kurang baik dan sangat baik, tetapi juga setiap perkembangan sikap menuju sikap yang diharapkan.
Berdasarkan kumpulan catatan tersebut guru membuat deskripsi penilaian sikap untuk satu semester. Berikut ini contoh lembar observasi selama satu semester. Sekolah/guru dapat menggunakan lembar observasi dengan format lain, misalnya dengan menambahkan kolom saran tindak lanjut.

Contoh Jurnal Perkembangan Sikap
No Tanggal Nama Peserta didik Catatan Perilaku Butir Sikap
1
2
3

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan penilaian (mengikuti perkembangan) sikap dengan teknik observasi:
a) Jurnal penilaian (perkembangan) sikap ditulis oleh wali kelas, guru mata pelajaran, dan guru BK selama periode satu semester;
b) Bagi wali kelas, 1 (satu) jurnal digunakan untuk satu kelas yang menjadi tanggung-jawabnya; bagi guru mata pelajaran 1 (satu) jurnal digunakan untuk setiap kelas yang diajarnya; bagi guru BK 1 (satu) jurnal digunakan untuk setiap kelas di bawah bimbingannya;
c) Perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik dapat dicatat dalam satu jurnal atau dalam 2 (dua) jurnal yang terpisah;
d) Peserta didik yang dicatat dalam jurnal pada dasarnya adalah mereka yang menunjukkan perilaku yang sangat baik atau kurang baik secara alami (peserta didik-peserta didik yang menunjukkan sikap baik tidak harus dicatat dalam jurnal);
e) Perilaku sangat baik atau kurang baik yang dicatat dalam jurnal tersebut tidak terbatas pada butir-butir nilai sikap (perilaku) yang hendak ditanamkan melalui pembelajaran yang saat itu sedang berlangsung sebagaimana dirancang dalam RPP, tetapi juga butir-butir nilai sikap lainnya yang ditumbuhkan dalam semester itu selama sikap tersebut ditunjukkan oleh peserta didik melalui perilakunya secara alami;
f) Wali kelas, guru mata pelajaran, dan guru BK mencatat (perkembangan) sikap peserta didik segera setelah mereka menyaksikan dan/atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku peserta didik sangat baik/kurang baik yang ditunjukkan peserta didik secara alami;
g) Apabila peserta didik tertentu PERNAH menunjukkan sikap kurang baik, ketika yang bersangkutan telah (mulai) menunjukkan sikap yang baik (sesuai harapan), sikap yang (mulai) baik tersebut harus dicatat dalam jurnal;.
h) Pada akhir semester guru mata pelajaran dan guru BK meringkas perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkan ringkasan tersebut kepada wali kelas untuk diolah lebih lanjut;

(2) PENILAIAN DIRI
Penilaian diri dalam penilaian sikap merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri (peserta didik) dengan mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan sikapnya dalam berperilaku. Hasil penilaian diri peserta didik dapat digunakan sebagai data konfirmasi perkembangan sikap peserta didik. Selain itu penilaian diri peserta didik juga dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuan refleksi atau mawas diri.
Instrumen penilaian diri dapat berupa lembar penilaian diri yang berisi BUTIR-BUTIR PERNYATAAN SIKAP POSITIF YANG DIHARAPKAN dengan kolom YA dan TIDAK atau dengan Likert Scale. Satu lembar penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial sekaligus.

(3) PENILAIAN ANTAR TEMAN
Penilaian antarteman merupakan teknik penilaianyang dilakukan oleh seorang peserta didik (penilai) terhadap peserta didik yang lain terkait dengan sikap/perilaku peserta didik yang dinilai. Sebagaimana penilaian diri, hasil penilaian antarteman dapat digunakan sebagai data konfirmasi. Selain itu penilaian antarteman juga dapat digunakan untuk menumbuhkan beberapa nilai seperti kejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai.
Instrumen penilaian diri dapat berupa lembar penilaian diri yang berisi BUTIR-BUTIR PERNYATAAN SIKAP POSITIF YANG DIHARAPKAN dengan kolom YA dan TIDAK atau dengan Likert Scale. Satu lembar penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial sekaligus.

2) PENILAIAN PENGETAHUAN
a) PENGERTIAN PENILAIAN PENGETAHUAN
Penilaian pengetahuan adalah penilaian yang dilakukan untuk mengetahui penguasaan peserta didik yang meliputi pengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural serta kecakapan berpikir tingkat rendah hingga tinggi. Penilaian pengetahuan dilakukan dengan berbagai teknik penilaian. Guru memilih teknik penilaian yang sesuai dengan karakteristik kompetensi yang akan dinilai. Penilaian dimulai dengan perencanaan yang dilakukan pada saat menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
Penilaian pengetahuan, selain untuk mengetahui apakah peserta didik telah mencapai KBM/KKM, juga untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan penguasaan pengetahuan peserta didik dalam proses pembelajaran (diagnostic). Hasil penilaian digunakan memberi umpan balik (feedback) kepada peserta didik dan guru untuk perbaikan mutu pembelajaran. Hasil penilaian pengetahuan yang dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalam bentuk angka dengan rentang 0 – 100.

b) Teknik Penilaian Pengetahuan
Berbagai teknik penilaian pengetahuan dapat digunakan sesuai dengan karakteristik masing-masing KD. Teknik yang biasa digunakan antara lain tes tertulis, tes lisan, penugasan, dan portofolio. Teknik-teknik penilaian pengetahuan yang biasa digunakan disajikan dalam tabel berikut.
Tabel Teknik Penilaian Pengetahuan
Teknik Bentuk Instrumen Tujuan
Tes Tertulis Benar-Salah, Menjodohkan, Pilihan Ganda, Isian/Melengkapi, Uraian Mengetahui penguasaan pengetahuan peserta didik untuk perbaikan proses pembelajaran dan/atau pengambilan nilai
Tes Lisan Tanya jawab Mengecek pemahaman peserta didik untuk perbaikan proses pembelajaran
Penugasan Tugas yang dilakukan secara individu maupun kelompok Memfasilitasi penguasaan pengetahuan (bila diberikan selama proses pembelajaran) atau mengetahui penguasaan pengetahuan (bila diberikan pada akhir pembelajaran)
Portofolio Sampel pekerjaan peserta didik terbaik yang diperoleh dari penugasan dan tes tertulis Sebagai (sebagian) bahan guru mendeskripsikan capaian pengetahuan di akhir semester

(1) TES TERTULIS
Tes tertulis adalah tes yang soal dan jawaban disajikan secara tertulis berupa pilihan ganda, isian, benar-salah, menjodohkan, dan uraian.
(2) TES LISAN
Tes lisan berupa pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru secara lisan dan peserta didik merespon pertanyaan tersebut secara lisan. Selain bertujuan mengecek penguasaan pengetahuan untuk perbaikan pembelajaran, tes lisan dapat menumbuhkan sikap berani berpendapat, percaya diri, dan kemampuan berkomunikasi secara efektif. Dengan demikian, tes lisan dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung. Tes lisan juga dapat digunakan untuk melihat ketertarikan peserta didik terhadap pengetahuan yang diajarkan dan motivasi peserta didik dalam belajar.
(3) PENUGASAN
Penugasan adalah pemberian tugas kepada peserta didik untuk mengukur dan/atau memfasilitasi peserta didik memperoleh atau meningkatkan pengetahuan. Penugasan untuk mengukur pengetahuan dapat dilakukan setelah proses pembelajaran (assessment of learning). Sedangkan penugasan untuk meningkatkan pengetahuan diberikan sebelum dan/atau selama proses pembelajaran (assessment for learning). Tugas dapat dikerjakan baik secara individu maupun kelompok sesuai karakteristik tugas yang diberikan.
(4) PORTOFOLIO
Portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang bersifat reflektif-integratif yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Ada beberapa tipe portofolio antara lain portofolio dokumentasi, portofolio proses, dan portofolio pameran. Guru dapat memilih tipe portofolio yang sesuai dengan tujuannya. Untuk SMP, tipe portofolio yang utama untuk penilaian pengetahuan adalah portofolio pameran, yaitu merupakan kumpulan sampel pekerjaan terbaik dari KD pada KI-3, terutama pekerjaan-pekerjaan dari tugas-tugas dan ulangan harian tertulis yang diberikan kepada peserta didik.
Portofolio setiap peserta didik disimpan dalam suatu folder (map) dan diberi tanggal pengumpulan oleh guru. Portofolio dapat disimpan dalam bentuk cetakan dan/atau elektronik. Pada akhir suatu semester kumpulan sampel pekerjaan tersebut digunakan sebagai sebagian bahan untuk mendeskripsikan pencapaian pengetahuan secara deskriptif. Portofolio pengetahuan tidak diskor lagi dengan angka.
Berikut adalah contoh ketentuan dalam penilaian portofolio untuk pengetahuan:
a) Pekerjaan asli peserta didik;
b) Pekerjaan yang dimasukkan dalam portofolio disepakati oleh peserta didik dan guru;
c) Guru menjaga kerahasiaan portofolio;
d) Guru dan peserta didik mempunyai rasa memiliki terhadap dokumen portofolio;
e) Pekerjaan yang dikumpulkan sesuai dengan KD. Setiap pembelajaran KD dari KI-3 berakhir, pekerjaan terbaik dari KD tersebut (bila ada) dimasukkan ke dalam portofolio.

3) PENILAIAN KETERAMPILAN
a) PENGERTIAN PENILAIAN KETERAMPILAN
Penilaian keterampilan adalah penilaian yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan untuk melakukan tugas tertentu di dalam berbagai macam konteks sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi. Penilaian keterampilan dapat dilakukan dengan berbagai teknik, antara lain penilaian kinerja, penilaian proyek, dan penilaian portofolio. Teknik penilaian keterampilan yang digunakan dipilih sesuai dengan karakteristik KD pada KI-4.
b) TEKNIK PENILAIAN KETERAMPILAN
1) PENILAIAN KINERJA
Penilaian kinerja adalah penilaian untuk mengukur capaian pembelajaran yang berupa keterampilan proses dan/atau hasil (produk). Dengan demikian, aspek yang dinilai dalam penilaian kinerja adalah kualitas proses mengerjakan/melakukan suatu tugas atau kulaitas produknya atau kedua-duanya. Contoh keterampilan proses adalah keterampilan melakukan tugas/tindakan dengan menggunakan alat dan/atau bahan dengan prosedur kerja kerja tertentu, sementara produk adalah sesuatu (bisanya barang) yang dihasilkan dari penyelesaian sebuah tugas.
Contoh penilaian kinerja yang menekankan aspek proses adalah berpidato, membaca karya sastra, menggunakan peralatan laboratorium sesuai keperluan, memainkan alat musik, bermain bola, bermain tenis, berenang, koreografi, dan dansa. Contoh penilaian kinerja yang mengutamakan aspek produk adalah membuat gambar grafik, menyusun karangan, dan menyulam. Contoh penilaian kinerja yang mempertimbangkan baik proses maupun produk adalah memasak nasi goreng dan memanggang roti.
2) PENILAIAN PROYEK
Penilaian proyek adalah suatu kegiatan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam mengaplikasikan pengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam periode/waktu tertentu. Penilaian proyek dapat dilakukan untuk mengukur satu atau beberapa KD dalam satu atau beberapa mata pelajaran. Tugas tersebut berupa rangkaian kegiatan mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian data, pengolahan dan penyajian data, serta pelaporan.
Pada penilaian proyek setidaknya ada 4 (empat) hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu:
a) Pengelolaan
Kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi, dan mengelola waktu pengumpulan data, serta penulisan laporan.
b) Relevansi
Topik, data, dan produk sesuai dengan KD.
c) Keaslian
Produk (misalnya laporan) yang dihasilkan peserta didik merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta didik.
d) Inovasi dan kreativitas
Hasil proyek peserta didik terdapat unsur-unsur kebaruan dan menemukan sesuatu yang berbeda dari biasanya.

3) PENILAIAN PORTOFOLIO
Seperti pada penilaian pengetahuan, portofolio untuk penilaian keterampilan merupakan kumpulan sampel karya terbaik dari KD pada KI-4. Portofolio setiap peserta didik disimpan dalam suatu folder (map) dan diberi tanggal pengumpulan oleh guru. Portofolio dapat disimpan dalam bentuk cetakan dan/atau elektronik. Pada akhir suatu semester kumpulan sampel karya tersebut digunakan sebagai sebagian bahan untuk mendeskripsikan pencapaian keterampilan secara deskriptif. Portofolio keterampilan tidak diskor lagi dengan angka.

3. PELAKSANAAN PENILAIAN
a. PENILAIAN SIKAP SPRITUAL
Penilaian sikap spiritual dilakukan secara terus-menerus selama satu semester. Penilaian sikap spiritual di dalam kelas dilakukan oleh guru mata pelajaran. Perkembangan sikap peserta didik di luar jam pelajaran diikuti oleh wali kelas dan guru BK. Guru mata pelajaran, guru BK, dan wali kelas mengikuti perkembangan sikap spiritual dan mencatat perilaku peserta didik yang sangat baik atau kurang baik dalam jurnal segera setelah perilaku tersebut teramati atau menerima laporan tentang perilaku peserta didik.

b. PENILAIAN SIKAP SOSIAL
Seperti pelaksanaan peniaian sikap spiritual, penilaian sikap sosial dilakukan secara terus-menerus selama satu semester. Penilaian sikap sosial di dalam kelas dilakukan oleh guru mata pelajaran. Perkembangan sikap peserta didik di luar jam pelajaran diikuti dan dicatat wali kelas dan guru BK. Guru mata pelajaran, guru BK, dan wali kelas mencatat perilaku (sikap sosial) peserta didik yang sangat baik atau kurang baik dalam jurnal segera setelah perilaku tersebut teramati atau menerima laporan tentang perilaku tersebut.
Sebagaimana disebutkan di depan, apabila seorang peserta didik pernah memiliki catatan sikap yang kurang baik, jika pada kesempatan lain peserta didik tersebut telah menunjukkan perkembangan sikap (menuju atau konsisten) baik pada aspek atau indikator sikap yang dimaksud, maka di dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didik tersebut telah (menuju atau konsisten) baik atau bahkan sangat baik. Dengan demikian, untuk peserta didik yang punya catatan kurang baik, yang dicatat dalam jurnal tidak terbatas pada sikap kurang baik dan sangat baik saja, tetapi juga setiap perkembangan sikap menuju sikap yang diharapkan.

c. PENILAIAN PENGETAHUAN
Penilaian pengetahuan dilakukan untuk menilai proses dan hasil belajar peserta didik. Penilaian tersebut dilakukan selama kegiatan belajar mengajar (KBM) sedang berlangsung, penilaian harian (PH), penilaian tengah semester (PTS), dan penilaian akhir semester (PAS). Selama KBM berlangsung, penilaian dapat dilakukan dengan pertanyaan insidental yang disampaikan secara lisan dan penugasan. Baik pertanyaan lisan maupun penugasan selama KBM berlangsung diberikan untuk mengecek pemahaman peserta didik dan/atau untuk membantu peserta didik memperoleh pengetahuan. Sementara itu, penilaian harian dapat dilakukan dengan tes tertulis dan/atau penugasan. Sampel pekerjaan peserta didik dari ter tertulis dan/atau penugasan dikumpulkan dalam portofolio. Cakupan penilaian harian (PH) meliputi satu KD atau lebih, sedangkan cakupan penugasan disesuaikan dengan karakteristik kompetensi dasar.
penilaian tengah semester (PTS) dan PAS pada umumnya dilakukan melalui tes tertulis. Penilaian tengah semester (PTS) merupakan kegiatan penilaian yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi dasar mata pelajaran setelah kegiatan pembelajaran berlangsung 8-9 minggu. Cakupan PTS meliputi seluruh KD pada periode tersebut. Penilaian akhir semester (PAS) merupakan kegiatan penilaian yang dilakukan untuk mengukur pencapaian KD mata pelajaran di akhir semester. Cakupan PAS meliputi seluruh KD pada satu semester.
d. PENILAIAN KETERAMPILAN
Penilaian keterampilan dilakukan melalui teknik penilaian kinerja, penilaian proyek, dan penilaian portofolio yang dilaksanakan setelah pembelajaran satu atau beberapa KD dari KI-4. Teknik penilaian yang dipakai untuk setiap KD bergantung pada isi KD.
1) PENILAIAN KINERJA
Penilaian kinerja dilakukan berdasarkan tuntutan KD, dan dapat dilakukan untuk satu atau beberapa KD. Beberapa langkah dalam melaksanakan penilaian kinerja meliputi:
a) memberikan tugas secara rinci;
b) menjelaskan aspek dan rubrik penilaian;
c) melaksanakan penilaian sebelum, selama, dan setelah peserta didik melakukan tugas;
d) mendokumentasikan hasil penilaian.

2) PENILAIAN PROYEK
Penilaian proyek dilakukan untuk satu atau beberapa KD pada satu mata pelajaran atau lintas mata pelajaran. Beberapa langkah dalam melaksanakan penilaian proyek:
a) memberikan tugas secara rinci;
b) menjelaskan aspek dan rubrik penilaian;
c) melaksanakan penilaian yang meliputi persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan;
d) mendokumentasikan hasil penilaian.

3) PENILAIAN PORTOFOLIO
Penilaian portofolio pada keterampilan dilakukan untuk mengetahui perkembangan dan mendeskripsikan capaian keterampilan dalam satu semester. Beberapa langkah dalam melaksanakan penilaian portofolio:
a) mendokumentasikan sampel karya terbaik dari setiap KD pada KI-4 baik hasil dari kerja individu maupun kelompok (hasil kerja kelompok dapat dikopi/diduplikasi/difoto untuk masing-masing anggota kelompok);
b) mendeskripsikan keterampilan peserta didik berdasarkan portofolio secara keseluruhan;
c) memberikan umpan balik kepada peserta didik untuk peningkatan capaian kompetensi.
Catatan:
Deskripsi capaian keterampilan pada rapor pada dasarnya dirumuskan berdasarkan portofolio. Namun demikian, apabila KD tertentu tidak memiliki sampel karya dalam portofolio karena teknik penilaian yang dipakai hanya menghasilkan nilai dalam bentuk angka, nilai angka KD tersebut dicatat dalam portofolio. Nilai (angka) tersebut digunakan sebagai data dalam mendeskripsikan capaian keterampilan pada akhir semester pada KD tersebut.
4. PENGOLAHAN HASIL PENILAIAN
a) NILAI SIKAP SPIRITUAL DAN SIKAP SOSIAL
Langkah-langkah untuk membuat deskripsi nilai/perkembangan sikap selama satu semester:
1) Wali kelas, guru mata pelajaran, dan guru BK masing-masing mengelompokkan (menandai) catatan-catatan sikap jurnal yang dibuatnya ke dalam sikap spiritual dan sikap sosial (apabila pada jurnal belum ada kolom butir nilai).
2) Wali kelas, guru mata pelajaran, dan guru BK masing-masing membuat rumusan deskripsi singkat sikap spiritual dan sikap sosial berdasarkan catatan-catatan jurnal untuk setiap peserta didik.
3) Wali kelas mengumpulkan deskripsi singkat sikap dari guru mata pelajaran dan guru BK. Dengan memperhatikan deskripsi singkat sikap spiritual dan sosial dari guru mata pelajaran, guru BK, dan wali kelas yang bersangkutan, wali kelas menyimpulkan (merumuskan deskripsi) capaian sikap spiritual dan sosial setiap peserta didik.

Berikut adalah rambu-rambu rumusan deskripsi perkembangan sikap selama satu semester:
1) Deskripsi sikap menggunakan kalimat yang bersifat memotivasi dengan pilihan kata/frasa yang bernada positif. Hindari frasa yang bermakna kontras, misalnya: … tetapi masih perlu peningkatan dalam … atau … namun masih perlu bimbingan dalam hal …
2) Deskripsi sikap menyebutkan perkembangan sikap/perilaku peserta didik yang sangat baik dan/atau baik dan yang mulai/sedang berkembang.
3) Apabila peserta didik tidak ada catatan apapun dalam jurnal, sikap peserta didik tersebut diasumsikan BAIK.
4) Dengan ketentuan bahwa sikap dikembangkan selama satu semester, deskripsi nilai/perkembangan sikap peserta didik didasarkan pada sikap peserta didik pada masa akhir semester. Oleh karena itu, sebelum deskripsi sikap akhir semester dirumuskan, guru mata pelajaran, guru BK, dan wali kelas harus memeriksa jurnal secara keseluruhan hingga akhir semester untuk melihat apakah telah ada catatan yang menunjukkan bahwa sikap peserta didik tersebut telah menjadi sangat baik, baik, atau mulai berkembang.
5) Apabila peserta didik memiliki catatan sikap KURANG baik dalam jurnal dan peserta didik tersebut belum menunjukkan adanya perkembangan positif, deskripsi sikap peserta didik tersebut dirapatkan dalam rapat dewan guru pada akhir semester.

Berikut adalah contoh rumusan deskripsi capaian sikap spiritual dan sosial.
Sikap spiritual: Selalu bersyukur, selalu berdoa sebelum melakukan kegiatan,dan toleran pada pemeluk agama yang berbeda; ketaatan beribadah mulai berkembang.
Sikap sosial: Sangat santun, peduli, dan percaya diri; kejujuran, kedisiplinan, dan tanggungjawab meningkat
b) NILAI PENGETAHUAN
Nilai pengetahuan diperoleh dari hasil penilaian harian, penilaian tengah semester, dan penilaian akhir semester yang dilakukan dengan beberapa teknik penilaian. Penulisan capaian pengetahuan pada rapor menggunakan angka pada skala 0 – 100 dan deskripsi.
Penilaian pengetahuan yang dilakukan dalam satu semester dapat digambarkan dalam skema berikut:
Contoh Ulangan dalam Satu Semester
1) HASIL PENILAIAN HARIAN (HPH)
Hasil Penilaian Harian merupakan nilai rata-rata yang diperoleh dari hasil penilaian harian melalui tes tertulis dan/atau penugasan untuk setiap KD. Dalam perhitungan nilai rata-rata diberikan pembobotan untuk nilai tes tertulis dan penugasan adalah 60% untuk bobot tes tertulis dan 40% untuk penugasan.
Penilaian harian dapat dilakukan lebih dari satu kali untuk KD yang gemuk (cakupan materi yang luas) sehingga penilaian harian tidak perlu menunggu selesainya pembelajaran KD tersebut. Materi dalam suatu penilaian harian untuk KD gemuk mencakup sebagian dari keseluruhan materi yang dicakup oleh KD tersebut. Bagi KD dengan cakupan materi sedikit, penilaian harian dapat dilakukan setelah pembelajaran lebih dari satu KD.

Contoh Pengolahan Nilai Ulangan Harian
Mata Pelajaran :
Kelas/Semester :
No.
Nama PH-1 PH-2 PH-3 PH-4 PH-5 PH-6 Rata-Rata
KD
3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.6 3.7 3.8
1
2
3

2) HASIL PENILAIAN TENGAH SEMESTER (HPTS)
Merupakan nilai yang diperoleh dari penilaian tengah semester yang terdiri atas beberapa kompetensi dasar.

3) HASIL PENILAIAN AKHIR SEMESTER (HPAS)
Merupakan nilai yang diperoleh dari penilaian akhir semester yang mencakup semua kompetensi dasar dalam satu semester.

4) HASIL PENILAIAN AKHIR (HPA)
Merupakan hasil pengolahan dari HPH, HPTS, HPAS dengan memperhitungkan bobot masing-masing yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.

Pembobotan HPH : HPTS : HPAS = 2 : 1 : 1, penghitungan nilai akhir (HPA) adalah:

2 x HPH + 1 x HPTS + 1 x HPAS
HPA =
4

Nilai Akhir selanjutnya dibulatkan dan diberi predikat dengan ketentuan:
Sangat Baik (A) : 86 – 100
Baik (B) : 71 – 85
Cukup (C) : 56 – 70
Kurang (D) : ≤ 55

Selain nilai dalam bentuk angka dan predikat, dalam rapor dituliskan deskripsi capaian pengetahuan untuk setiap mata pelajaran. Berikut adalah rambu-rambu rumusan deskripsi capaian pengetahuan dalam rapor.
a. Deskripsi pengetahuan menggunakan kalimat yang bersifat memotivasi dengan pilihan kata/frasa yang bernada positif. HINDARI frasa yang bermakna kontras, misalnya: … tetapi masih perlu peningkatan dalam … atau … namun masih perlu bimbingan dalam hal ….
b. Deskripsi berisi beberapa pengetahuan yang sangat baik dan/atau baik dikuasai oleh peserta didik dan yang penguasaannya belum optimal.
c. Deskripsi capaian pengetahuan didasarkan pada bukti-bukti pekerjaan peserta didik yang didokumentasikan dalam portofolio pengetahuan. Apabila KD tertentu tidak memiliki pekerjaan yang dimasukkan ke dalam portofolio, deskripsi KD tersebut didasarkan pada skor angka yang dicapai.

c) NILAI KETERAMPILAN
Nilai keterampilan diperoleh dari hasil penilaian kinerja (proses dan produk), proyek, dan portofolio. Hasil penilaian dengan teknik kinerja dan proyek dirata-rata untuk memperoleh nilai akhir keterampilan pada setiap mata pelajaran. Seperti pada pengetahuan, penulisan capaian keterampilan pada rapor menggunakan angka pada skala 0 – 100 dan deskripsi.

Penilaian keterampilan dalam satu semester dapat digambarkan dengan skema berikut:

Gambar 3.2 Contoh Penilaian Keterampilan

Keterangan:
Kin = Kinerja
Pro = Proyek
Por = Portofolio
Penilaian dalam satu semester yang dilakukan sebagaimana disajikan pada Gambar di atas dapat menghasilkan skor seperti dituangkan dalam Tabel dibawah ini.
Contoh Pengolahan Nilai Keterampilan
KD Kinerja (Proses) Kinerja (Produk) Proyek Portofolio Skor Akhir KD*
4.1 92 92
4.2 66 75 75
4.3 87 87
4.4 75 87 78,50
4.5 80 80
4.6 85 85
Nilai Akhir Semester 82,916
Pembulatan 83

Catatan:
1. Penilaian KD 4.2 dilakukan 2 (dua) kali dengan teknik teknik yang sama, yaitu kinerja. Oleh karena itu skor akhir KD 4.2 adalah skor optimum. Penilaian untuk KD 4.4 dilakukan 2 (dua) kali tetapi dengan teknik yang berbeda, yaitu produk dan proyek. Oleh karenanya skor akhir KD 4.4 adalah rata-rata dari skor yang diperoleh melalui teknik yang berbeda tersebut.
2. KD 4.3 dan KD 4.4 dinilai melalui penilaian proyek – 2 (dua) KD dinilai bersama-sama dengan proyek. Nilai yang diperoleh untuk kedua KD tersebut sama (dalam contoh di atas 87).
3. Nilai akhir semester diperoleh berdasarkan rata-rata skor akhir keseluruhan KD keterampilan yang dibulatkan ke bilangan bulat terdekat.
4. Nilai akhir semester diberi predikat dengan ketentuan:
Sangat Baik (A) : 86-100
Baik (B) : 71-85
Cukup (C) : 56-70
Kurang (D) : ≤ 55

Selain nilai dalam bentuk angka dan predikat, dalam rapor dituliskan deskripsi capaian keterampilan untuk setiap mata pelajaran. Berikut adalah rambu-rambu rumusan deskripsi capaian keterampilan.
1. Deskripsi keterampilan menggunakan kalimat yang bersifat memotivasi dengan pilihan kata/frasa yang bernada positif. HINDARI frasa yang bermakna kontras, misalnya: … tetapi masih perlu peningkatan dalam … atau … namun masih perlu peningkatan dalam hal ….
2. Deskripsi berisi beberapa keterampilan yang sangat baik dan/atau baik dikuasai oleh peserta didik dan yang penguasaannya mulai meningkat.
3. Deskripsi capaian keterampilan didasarkan pada bukti-bukti karya peserta didik yang didokumentasikan dalam portofolio keterampilan. Apabila KD tertentu tidak memiliki karya yang dimasukkan ke dalam portofolio, deskripsi KD tersebut didasarkan pada skor angka yang dicapai. Portofolio tidak dinilai (lagi) dalam bentuk angka.

C. KEHADIRAN
Pada prinsipnya setiap peserta didik berhak dan wajib hadir pada setiap hari proses pembelajaran di sekolah, dengan ketentuan:
1. Dalam 1 (satu) semester peserta didik wajib hadir tidak kurang dari 80% (delapan puluh persen) untuk setiap mata pelajaran.
2. Tidak hadir karena sakit atau meninggalkan kelas karena membawa nama sekolah/tugas dari sekolah, tidak termasuk dalam ketentuan ini.
3. Kehadiran dihitung berdasarkan jumlah pertemuan/tatap muka dalam 1 (satu) semester.
4. Peserta didik yang kehadirannya kurang dari 80% (delapan puluh persen) tidak diperkenankan mengikuti PAS/UKK pada mata pelajaran yang bersangkutan dan diberi nilai 0 (nol).
5. Hasil {emislaian Akhir (HPA) mata pelajaran pada point 4, diperhitungkan normal berdasarkan rumus/formula :

2 x HPH + 1 x HPTS + 1 x HPAS
HPA =
4

sehingga :

2 x HPH + 1 x HPTS + 0 (Nol)
HPA =
4
D. RUMUS/FORMULA HPA
Untuk penentuan HPA peserta didik, SMPN 1 Jatisari menggunakan format :

HPH Nilai PTS Nilai PAS HPA Perhitungan HPA Sebenarnya
2 x HPH 1 x PTS 1 x PAS

Catatan:
1) HPA Perhitungan diserahkan kepada para wali kelas apa adanya, dengan tidak memperhatikan lagi peserta didik yang memperoleh nilai di bawah KBM/KKM, karena penanganan proses remedial telah dilakukan pada saat penilaian harian (PH).

2) HPA Sebenarnya adalah nilai yang akan dituliskan oleh wali kelas pada Raport, nilainya bisa sama dengan HPA Perhitungan atau berbeda. (mungkin ada catatan lain dari guru mata pelajaran mengenai anak tersebut).
E. PENAMBAHAN HASIL PENILAIAN AKHIR (HPA)/NILAI RAPOR (NR)
Raihan prestasi akademik dan non-akademik peserta didik di tingkat kabupaten, propinsi, dan nasional serta tugas khusus kepada peserta didik untuk menjadi utusan sekolah dapat ditambahkan kepada nilai mata pelajaran yang berhubungan dengan mata pelajaran yang bersangkutan. Raihan prestasi yang diperoleh peserta didik juara 1 s.d. juara harapan 3 dikonversi kepada mata pelajaran yang relevan dengan perhitungan prestasi sebagai berikut :
1. Tk. Komisariat diberi nilai 3.
2. Tk. Kabupaten diberi nilai 5.
3. Tk. Propinsi diiberi nilai 10.
4. Tk. Nasional diberi nilai 15.
5. Tidak menjadi juara diberi nilai 2.
6. Mendapat tugas khusus, menjadi delegasi/perwakilan sekolah (pertukaran pelajar, aktif menjadi pengurus OSIS, ekstrakurikuler, dan lain-lain) diberi nilai 2.

Contoh :
Berikut adalah contoh perhitungan Nilai Raport untuk peserta didik pada mata pelajaran matematika :
1. Penilaian Harian (PH) = 2 x 90 = 180
2. PTS = 1 x 80 = 80
3. PAS/PAT (UKK) = 1 x 80 = 80
JUMLAH = 240/4 = 80

Bila peserta didik memiliki prestasi ditingkat kabupaten sebagai juara olimpiade matematika, maka nilai Rapor untuk mata pelajaran matematika peserta didik tersebut adalah : 80 + 5 = 85.

F. KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM) / KETUNTASAN BELAJAR MINIMAL (KBM)

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) belajar di SMP Negeri 1 Jatisari adalah 60.

G. PEMANTAUAN DAN TINDAK LANJUT HASIL PENILAIAN
1. PEMBELAJARAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN
Pembelajaran remedial dan pengayaan dilaksanakan untuk kompetensi pengetahuan dan keterampilan. Pembelajaran remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai KBM/KKM, sementara pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai atau melampaui KBM/KKM. Pembelajaran remedial dapat dilakukan dengan cara:
a. pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda, menyesuaikan dengan gaya belajar peserta didik;
b. pemberian bimbingan secara perorangan;
c. pemberian tugas-tugas atau latihan secara khusus, dimulai dengan tugas-tugas atau latihan sesuai dengan kemampuannya;
d. pemanfaatan tutor sebaya, yaitu peserta didik dibantu oleh teman sekelas yang telah mencapai KBM/KKM.
Pembelajaran remedial diberikan segera setelah peserta didik diketahui belum mencapai KBM/KKM berdasarkan hasil PH, PTS, atau PAS. Pembelajaran remedial pada dasarnya difokuskan pada KD yang belum tuntas dan dapat diberikan berulang-ulang sampai mencapai KBM/KKM dengan waktu hingga batas akhir semester. Apabila hingga akhir semester pembelajaran remedial belum bisa membantu peserta didik mencapai KBM/KKM, pembelajaran remedial bagi peserta didik tersebut dapat dihentikan. Nilai KD yang dimasukkan ke dalam pengolahan penilaian akhir semester adalah penilaian setinggi-tingginya sama dengan KBM/KKM yang ditetapkan oleh sekolah untuk mata pelajaran tersebut. Apabila belum/tidak mencapai KBM/KKM, nilai yang dimasukkan adalah nilai tertinggi yang dicapai setelah mengikuti pembelajaran remedial. Guru tidak dianjurkan untuk memaksakan untuk memberi nilai tuntas kepada peserta didik yang belum mencapai KBM/KKM.
Selanjutnya pembelajaran pengayaan dapat dilakukan melalui:
a. Belajar kelompok, yaitu sekelompok peserta didik diberi tugas pengayaan untuk dikerjakan bersama pada dan/atau di luar jam pelajaran;
b. Belajar mandiri, yaitu peserta didik diberi tugas pengayaan untuk dikerjakan sendiri/individual;
c. Pembelajaran berbasis tema, yaitu memadukan beberapa konten pada tema tertentu sehingga peserta didik dapat mempelajari hubungan antara berbagai disiplin ilmu.
Pengayaan biasanya diberikan segera setelah peserta didik diketahui telah mencapai KBM/KKM berdasarkan hasil PH. Mereka yang telah mencapai KBM/KKM berdasarkan hasil PTS dan PAS umumnya tidak diberi pengayaan. Pembelajaran pengayaan biasanya hanya diberikan sekali, tidak berulang-kali sebagaimana pembelajaran remedial. Pembelajaran pengayaan umumnya tidak diakhiri dengan penilaian.

2. RAPOR
Penilaian oleh guru digunakan untuk mengetahui pencapaian kompetensi peserta didik sebagai dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran dan bahan penyusunan laporan hasil belajar (rapor) peserta didik.
Hasil penilaian oleh guru meliputi pencapaian peserta didik pada ranah sikap (sikap spiritual dan sikap sosial), pengetahuan, dan keterampilan. Nilai sikap dalam rapor berupa deskripsi dalam rumusan kalimat singkat yang bersifat memotivasi, sedangkan. Nilai pengetahuan dan keterampilan dilaporkan dalam bentuk bilangan bulat (skala 0 – 100), predikat, dan deskripsi singkat.

3. KRITERIA KENAIKAN KELAS
Peserta didik SMP dinyatakan naik kelas apabila memenuhi syarat:
a. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dalam dua semester pada tahun pelajaran yang diikuti.
b. Deskripsi sikap sekurang-kurangnya BAIK sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.
c. Nilai ekstrakurikuler pendidikan kepramukaan minimal BAIK.
d. Tidak memiliki lebih dari 2 (dua) mata pelajaran yang masing-masing nilai kompetensi pengetahuan dan/atau kompetensi keterampilannya di bawah KBM/KKM. Karena ketuntasan belajar yang dimaksud pada kenaikan kelas adalah ketuntasan dalam konteks kurun waktu belajar 1 (satu) tahun, apabila ada mata pelajaran yang tidak mencapai KBM/KKM pada semester ganjil atau genap, nilai mata pelajaran dihitung dari rerata nilai semester ganjil dan genap pada tahun pelajaran tersebut. Sebagai contoh, nilai mata pelajaran Bahasa Inggris peserta didik X pada semester ganjil kelas VIII adalah 56 (KBM/KKM 60). Nilai peserta didik tersebut pada mata pelajaran yang sama pada semester genap di kelas yang sama adalah 70. Rerata nilai peserta didik tersebut adalah (56+70):2 = 63. Dengan KBM/KKM 60, peserta didik X tersebut dinyatakan tuntas pada mata pelajaran Bahasa Inggris.
e. Ketuntasan belajar minimal sekurang-kurangnya 60. Satuan pendidikan dapat menetapkan KBM/KKM lebih dari 60 sesuai dengan memperhatikan kemampuan awal peserta didik, kerumitan kompetensi, dan keadaan sumber daya pendidikan di satuan pendidikan tersebut.
f. Seorang peserta didik naik kelas atau tidak didasarkan pada hasil rapat pleno dewan guru dengan mempertimbangkan kebijakan sekolah, seperti minimal kehadiran, ketaatan pada tata tertib, dan peraturan lainnya yang berlaku di sekolah tersebut.

2. KRITERIA KELULUSAN
a. KRITERIA LULUS UJIAN NASIONAL
Mengacu kepada ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus dari SMP Negeri 1 Jatisari setelah memenuhi persyaratan berikut :
1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran.
2. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.
3. Lulus ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
4. Lulus Ujian Nasional.
5. Memiliki nilai rata-rata minimal 5,5 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan dengan tidak ada nilai di bawah 4,00 atau memiliki nilai minimal 4,00 pada dua mata pelajaran dengan nilai mata pelajaran lainnya yang diujikan pada Ujian Nasional masing- masing
6. Kelulusan juga mempertimbangkan kehadiran di kelas tidak kurang dari 80% tiap semesternya.

b. KRITERIA LULUS UJIAN SEKOLAH
1. Telah mengikuti seluruh Ujian Sekolah (Ujian Praktik dan Ujian Sekolah Tertulis)
2. Memiliki nilai Ujian Sekolah minimal = KKM untuk setiap mata pelajaran yang diujikan secara tertulis dan praktik.

c. KRITERIA LULUS UJIAN
Peserta didik dinyatakan LULUS ujian jika memenuhi persyaratan berikut :
1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran.
2. Lulus Ujian Sekolah (US).
3. Lulus Ujian Nasional (UN).
4. Berkelakukan minimal baik.

K. LAIN-LAIN
1. LES OLEH GURU
Orangtua/wali peserta didik yang menghendaki untuk les bagi putra/putrinya dengan guru SMP Negeri 1 Jatisari, rambu-rambunya adalah harus dengan sistem “silang” artinya dengan guru yang tidak mengajar kepada putra/puterinya pada jam pelajaran intrakurikuler. Untuk kepentingan ini wali kelas berperan sebagai mediator untuk menghubungkan orangtua/wali/peserta didik dengan guru lesnya. Bagi wali kelas, guru les, dan orangtua/wali/peserta didik, belajar dengan les oleh guru adalah proses terpisah dengan pembelajaran di kelas dan tidak dapat dikaitkan dengan proses penilaian secara akademik.

2. TINDAKAN ‘CURANG’ DALAM TES/UJIAN
Peserta didik yang melakukan tindakan kecurangan (mencontek, bekerjasama, membuka catatan, dan lain-lain) dalam bentuk apapun pada saat tes/ujian berlangsung, maka pekerjaan peserta didik diberi nilai 0 (nol), dan tidak ada hak peserta didik tersebut untuk mengulang atau perbaikan.
Demikian beberapa hal penting tentang Peraturan Akademik SMP Negeri 1 Jatisari yang perlu diinformasikan. Segala hal yang belum tercantum di atas akan ditentukan kemudian melalui Rapat Dewan Guru.
Jatisari, Juli 2016
Kepala SMP Negeri 1 Jatisari
H. TRI WINARNA, S.Pd.
NIP. 19670330 198903 1 007

TATA TERTIB PESERTA DIDIK

BAB I
KETENTUAN UMUM

Tata Tertib Peserta Didik SMPN 1 Jatisari adalah ketentuan-ketentuan yang mengatur tata kehidupan peserta didik selama sekolah di SMP Negeri 1 Jatisari
1. Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada SMP Negeri 1 Jatisari
2. Proses Belajar Mengajar (PBM) adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada lingkungan belajar SMP Negeri 1 Jatisari
3. Pelanggaran tata tertib adalah setiap ucapan, perbuatan dan atau sikap peserta didik yang bertentangan dengan tata tertib sekolah
4. Sanksi adalah tindakan yang dikenakan terhadap peserta didik yang melakukan pelanggaran tata tertib
5. Remisi adalah keringanan atau pengurangan terhadap jumlah poin pelanggaran yang dimiliki siswa akibat pelanggaran tata tertib
6. Reward adalah bentuk penghargaan yang diberikan pihak sekolah kepada peserta didik yang memiliki prestasi sesuai ketentuan dari sekolah.
BAB II
MAKSUD DAN TUJUAN TATA TERTIB PESERTA DIDIK

1. Maksud tata tertib peserta didik adalah memberikan pedoman dalam pembinaan disiplin dan kepribadian peserta didik
2. Tujuan tata tertib peserta didik adalah mengatur dan memperlancar usaha pembinaan peserta didik dalam bersikap dan berprilaku sehari-hari baik di dalam maupun di luar sekolah

BAB III
HAK , KEWAJIBAN DAN MASUK SEKOLAH

Pasal 1
HAK
Setiap peserta didik mempunyai hak-hak sebagai berikut :
1. Menggunakan kebebasan akademik secara bertanggung jawab untuk menuntut dan mengkaji ilmu sesuai dengan norma susila yang berlaku dalam lingkungan sekolah
2. Memperoleh pengajaran sebaik-baiknya dan layanan bidang akademik.
3. Memanfaatkan fasilitas sekolah dalam rangka memperlancar proses belajar dengan rasa tanggung jawab
4. Mendapat bimbingan dari pendidik yang bertanggung jawab dalam penyelesaian studinya.
5. Memperoleh layanan informasi yang berkaitan dengan proses belajari serta hasil belajarnya.
6. Memperoleh layanan kesejahteraan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku
7. Ikut serta dalam kegiatan Organisasi Kesiswaan SMP Negeri 1 Jatisari
8. Memperolah pelayanan bimbingan konseling dalam mengatasi kesulitan belajar, pribadi, sosial, dan karir sehingga mengaktualisasikan diri sesuai dengan perkembangannya dari guru BP.
Pasal 2
KEWAJIBAN

Setiap peserta didik berkewajiban
1. Memahami, menghayati dan mengamalkan Pancasila serta mentaati semua ketentuan hukum yang berlaku di negara Republik Indonesia
2. Menjalankan perintah agama yang dianut dengan sebaik-baiknya
3. Mentaati Tata Tertib Sekolah
4. Hormat dan patuh kepada Kepala Sekolah, Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
5. Ikut bertanggung jawab atas kebersihan, ketertiban kelas, dan kelancaran dalam proses pembelajaran.
6. Memeliharaan barang-barang inventaris kelas/sekolah dan menjaga keutuhannya
7. Mengembalikan barang-barang pinjaman pada waktu yang ditetapkan.
8. Ikut membantu terciptanya keamanan, keindahan dan kelestarian lingkungan sekolah serta menumbuhkan serta memelihara rasa kekeluargaan.
9. Megikuti segala kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah, seperti Upacara Bendera setiap hari Senin dan Hari-hari Besar Nasional, Ekstra Kurikuler, dan lain-lain.
10. Menjaga barang-barang pribadi dengan sebaik-baiknya. (kehilangan atas barang pribadi menjadi tanggung jawab peserta didik yang bersangkutan)
Pasal 3
MASUK SEKOLAH
Dalam hal masuk sekolah diatur sebagai berikut :
1. Semua peserta didik harus hadir di sekolah sebelum pelajaran jam pertama dimulai (15 menit sebelum pelajaran siap di kelas ).
2. Kegiatan PBM diawali dan diakhiri dengan berdoa bersama.
3. Peserta didik yang terlambat tidak diperkenankan masuk kelas sebelum berdoa dan mendapat ijin dari pendidik (guru) piket/pendidik (guru) atau Kepala Sekolah dan dikenai kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah dan poin pelanggaran.
4. Peserta didik tidak boleh meninggalkan Kegiatan Belajar Mengajar sebelum mendapat ijin dari pendidik/guru pengajar dan pendidik/guru piket.
5. Ijin
a. Peserta didik yang mendapat dispensasi dari organisasi luar sekolah dan mendapat persetujuan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang, maka peserta didik tesebut dianggap masuk dan apabila tidak mendapat persetujuan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang, maka dianggap ijin (i)
b. Apabila disebakan oleh sesuatu hal, maka surat dispensasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang bisa diserahkan pada hari berikutnya (menyusul)
c. Surat ijin dari orang tua/wali dianggap sebagai pemberitahuan dan berlaku bila ditandatangani oleh orang tua/wali dan dianggap ijin (i)
d. Peserta didik yang ijin pada saat KBM berlangsung dan mendapat ijin dari guru piket dianggap masuk.
6. Sakit
a. Peserta didik yang tidak masuk karena sakit harus dengan surat keterangan sakit yang ditandatangani oleh orang tua/wali yang menyatakan bahwa peserta didik tersebut sakit dan berlaku untuk 3 hari
b. Peserta didik yang sakit lebih dari 3 hari, harus melampirkan surat keterangan sakit dari pihak kesehatan (Surat Keterangan Dokter)
c. Peserta didik yang tidak masuk tanpa keterangan (alpa) dan ternyata sakit dan dibuktikan dengan Surat Keterangan sakit dari Dokter atau orang tua/wali, keterangan Pendidik/Tenaga Kependidikan yang mengetahui bahwa yang bersangkutan sakit, maka peserta didik tersebut dinyatakan tidak hadir karena sakit
d. Peserta didik yang tidak masuk karena sakit dan terbukti tidak sakit, maka dianggap tidak masuk tanpa keterangan (alpa).
e. Apabila disebaban oleh sesuatu hal, maka surat keterangan sakit yang syah bisa diserahkan pada hari berikutnya (menyusul)
f. Apabila dari rumah sudah merasa sakit, sebaiknya tidak masuk sekolah dan digunakan untuk berobat.
7. Alpa / Tidak Masuk Tanpa Keterangan
a. Peserta didik yang tidak masuk tanpa keterangan dianggap alpa (a)
b. Peserta didik yang membolos pada saat jam KBM berlangsung dianggap alpa (a)
c. Satu (1) kali alpa akan dikenakan poin 3
BAB IV
PELANGGARAN, SANKSI, PENYITAAN,
DAN PEMBINAAN TERHADAP PELANGGARAN TATA TERTIB
Pasal 1
PELANGGARAN
1. Setiap pelanggaran yang dilakukan siswa akan mendapat sanksi berupa poin dan pembinaan dari Pembina Osis/BP/Wali Kelas/Wakasek/Kepala Sekolah
2. Jenis pelanggaran dan sanksi (diatur dalam penjelasan)
Pasal 2
SANKSI
1. Sanksi diberikan kepada peserta didik yang melakukan pelanggaran
2. Sanksi diberikan untuk membentuk pesera didik yang lebih berkarakter dan memberikan efek jera terhadap pelanggaran peserta didik
3. Sanksi diberikan dalam bentuk pembentukan sikap, kebugaran, dan poin pelanggaran.

Pasal 3
PENYITAAN
1. Ketentuan terhadap barang sitaan yang tidak mengandung unsur pornografi diatur sebagai berikut :
a. 1 kali pelanggaran : Disita dan boleh diambil oleh orang tua pada hari berikutnya.
b. 2 kali pelanggaran : Disita dan boleh diambil oleh orang tua setelah 1 (satu) minggu.
c. 3 kali pelanggaran : Disita dan boleh diambil oleh orang tua setelah 1 (satu) bulan.
d. 4 kali pelanggaran : Disita dan boleh diambil oleh orang tua setelah 1 (satu) semester.
e. 5 kali pelanggaran : Disita dan boleh diambil oleh orang tua setelah 1 (satu) tahun/lulus.
2. Barang yang mengandung unsur pornografi :
Handphone/Laptop/barang elektronik disita dan dikembalikan setelah unsur pornografi dihilangkan. Pengambilan harus oleh orang tua siswa yang bersangkutan dengan ketentuan :
a. 1 kali pelanggaran : Disita dan boleh diambil oleh orang tua setelah 2 (dua) minggu.
b. 2 kali pelanggaran : Disita dan boleh diambil oleh orang tua setelah 1 (satu) bulan.
Unsur pornografi yang tidak disimpan di barang elektronik langsung dimusnahkan.
3. Penyimpanan barang sitaan
a. Barang elektronik yang disita akan ditempatkan di tempat yang telah ditentukan oleh sekolah.
b. Kerusakan barang sitaan setelah disita menjadi tanggung jawab peserta didik yang bersangkutan.
Pasal 4
PEMBINAAN TERHADAP PELANGGARAN TATA TERTIB
1. Setiap pelanggaran yang sudah mencapai poin tertentu akan diberikan pembinaan.
2. Pembinaan diberikan secara berkesinambungan dengan melibatkan Guru, Wali Kelas, Guru BP, Pembina Osis, Wakasek, Kepala Sekolah dan Orang Tua Siswa/Wali.
BAB V
TATA KRAMA
Pasal 1
SERAGAM SEKOLAH
Peserta didik wajib memakai seragam sekolah lengkap sesuai ketentuan yang berlaku :
1. Senin – Selasa : Putih biru, sepatu hitam bertali putih, atribut, sabuk hitam dan kaos kaki putih, berdasi. Bagi yang berjilbab, jilbab berwarna putih. (semua peserta didik bertopi pada saat upacara).
2. Rabu – Kamis : Batik/khas, sepatu hitam bertali putih, sabuk dan kaos kaki putih. Bagi yang berjilbab, jilbab berwarna putih.
3. Jum’at : Baju Muslim/Muslimah
4. Sabtu : Pramuka, Sepatu hitam bertali putih, Sabuk dan Kaos kaki putih. Bagi yang berjilbab, jilbab berwarna coklat lengkap sekolah
5. Seragam olahraga beridentitas sekolah, bersepatu olahraga dan hanya dipakai pada saat olah raga.
6. Atribut seragam lengkap dengan memakai Badge, Identitas kelas, Nama, Lokasi, Logo Sekolah untuk Osis dan Khas serta tanda-tanda kepramukaan untuk pramuka.
7. Baju seragam sekolah dimasukan dan untuk semua peserta didik putri mengenakan rok panjang.
Pasal 2
KEBERSIHAN BADAN
Peserta didik wajib menjaga kebersihan badan dan kerapian pakaian
Pasal 3
BERBICARA
1. Selama berbicara, memperhatikan orang yang diajak bicara dan mengikuti segala pembicaraan serta menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan sopan
2. Berbicara sopan dan tidak berbicara kasar pada siapapun.

Pasal 4
MEMASUKI LINGKUNGAN SEKOLAH
Berpakaian seragam rapi baju dimasukkan
Pasal 5
MEMASUKI RUANGAN
1. Sebelum memasuki dan selama dalam ruangan, topi kepala harus dibuka
2. Sebelum masuk mengetuk pintu dan setelah mendapat ijin baru masuk
3. Menyampaikan maksud dan tujuan dengan baik dan sopan kepada pendidik/ tenaga Kependidikan.
BAB V
LES / PELAJARAN TAMBAHAN
1. Penyelenggaraan Les / Pelajaran Tambahan harus seijin kepala sekolah.
2. Peserta Les/Pelajaran Tambahan harus mendapat persetujuan tertulis dari orang tua/wali dan tetap menjadi tanggung jawab orang tua/wali masing-masing.
3. Peserta Les/Pelajaran Tambahan harus mentaati ketentuan yang berlaku.
BAB VI
REMISI/PENGURANGAN POIN/PENAMBAHAN POIN POSITIF
1. Kepala sekolah memberikan remisi atas usulan pembina Osis selaku pembina ketertiban peserta didik.
2. Peserta didik yang telah mendapat peringatan pertama, kedua, dan ketiga menunjukkan ada perubahan sikap, perilaku dan tidak melakukan pelanggaran sama sekali berhak mendapat remisi.
3. Remisi tidak berlaku bagi peserta didik yang berada pada jenjang peringatan terakhir/dikembalikan pada orang tua.
4. Remisi diberikan diakhir tahun pembelajaran dengan ketentuan diatur dikemudian hari oleh kepala sekolah.

BAB VII
PENGHARGAAN
1. Peserta didik yang memiliki prestasi akan diberikan penghargaan oleh sekolah.
2. Jenis-jenis prestasi yang diberikan penghargaan sebagai berikut :
a. Prestasi Akademik
1) Peringkat 1 sampai 3 di setiap kelas.
2) Peringkat 1 sampai dengan harapan 3 pada setiap kegiatan lomba yang diikutinya tingkat komisariat/kecamatan/kabupaten/propinsi/nasional
b. Prestasi Non-akademik :
1) Bidang olahraga/seni/agama untuk peringkat juara 1 sampai dengan harapan 3 tingkat Komisariat/kecamatan/Kabupaten/Provinsi)Nasional.
2) Lomba Kegiatan bidang Ekstrakurikuler, meliptui kegiatan lomba PRAMUKA, PMR, PASKIBRA dan lain-lain untuk peringkat juara 1 sampai dengan harapan 3 tingkat Komisariat/kecamatan/Kabupaten/propinsi/ Nasional.
3) Peserta didik yang berjasa bagi sekolah.
3. Penerima penghargaan ditetapkan oleh kepala sekolah berdasarkan usulan pendidik/tenaga kependidikan
4. Bentuk dan besarnya penghargaan akan ditentukan sesuai kebijakan kepala sekolah

BAB VIII
LAIN-LAIN
1. Hal-hal yang belum tercantum dalam Tata Tertib ini, khususnya dalam hal sanksi, remisi dan reward akan diatur tersendiri oleh Kepala Sekolah.
2. Tata Tertib ini berlaku sejak diumumkan.
TATA TERTIB SISWA
SMP NEGERI 1 JATISARI

NO TINDAK LANJUT JENIS PELANGGARAN DAN POIN
JENIS PELANGGARAN POIN TINDAKAN
A KEDISIPLINAN BELAJAR
1. Terlambat ke sekolah lebih dari 5 (lima) menit setelah bel tanda masuk dibunyikan 2 Tidak diizinkan oleh guru piket mengikuti pelajaran sampai pergantian jam pelajaran (dilibatkan membersihkan lingkungan sekolah)
2. Tidak mengikuti dan tidak tertib dalam upacara bendera 2 Diperingatkan dan disuruh membersihkan lingkungan sekolah oleh Pembina Osis/BP
3. Tidak mengikuti kegiatan wajib di sekolah (PHBI, PHBN, pengembangan diri, Piket, Jumsih, Senam dan lain-lain) 2 Diperingatkan dan disuruh membersihkan lingkungan sekolah oleh Pembina Osis/BP
4. Tidak membawa dan tidak mengerjakan tugas 2 Diperingatkan dan diberi sanksi oleh guru yang bersangkutan.
5. Tidak masuk sekolah tanpa keterangan (alpa) 3 Setelah 3 kali alpa berturut-turut atau tidak dan tiap kelipatannya orang tua diundang oleh wali kelas/BP
6. Bolos/pulang tanpa izin guru pada jam belajar 3 Diperingankan dan setelah 3 kali bolos orang tua diundang oleh wali kelas/BP
7. Berada diluar kelas atau keluar masuk kelas selama PBM tanpa alasan yang jelas atau diluar kegiatan sekolah 2 Diperingatkan dan diberi sanksi oleh guru yang bersangkutan
B KEDISIPLINAN BERPAKAIAN DAN BERPENAMPILAN
1. Tidak memakai seragam sekolah yang sudah ditentukan 2 Diperingatkan/disuruh untuk tidak dipakai lagi oleh pendidik yang mengetahui
2. Tidak memakai atribut lengkap (badge OSIS/Logo SMP/Lokasi, sabuk, kaos kaki,
sepatu) 2 Diperingatkan dan disuruh untuk dilengkapi oleh pendidik yang mengetahui
3. Celana/rok/baju atasan terlalu panjang/pendek/ketat 2 Diperingatkan/disuruh untuk tidak dipakai lagi oleh pendidik yang mengetahui
4.
Memakai kaos dalam selain warna putih
1 Diperingatkan/disuruh untuk tidak dipakai lagi oleh pendidik yang mengetahui.
5. Memakai pakaian tambahan tanpa seizin guru piket (Jaket dll) 2 Diperingatkan dan dilepas untuk disimpan/disita oleh guru piket
6. Rambut yang panjang/model yang tidak wajar, dan atau di cat (untuk putera) 3 Dipotong dan dirapihkan sendiri di rumah/membuat surat pernyataan kesanggupan untuk membuat rambut hitam kembali oleh Pemina Osis/BP/Wali kelas
7. Rambut panjang lebih dari sebahu yang tidak diikat dan atau di cat (untuk puteri) 2 Diperingatkan/disuruh diikat/
membuat surat pernyataan kesanggupan untuk membuat rambut hitam kembali oleh Pemina Osis/BP/Wali kelas
8. Memakai asesoris (gelang, kalung, cincin, dan pin) untuk siswa putera 3 Disimpan/disita oleh pendidik yang mengetahui dan tidak dikembalikan
9. Memakai asesoris berlebihan (imitasi maupun emas) untuk siswa puteri 3 Disimpan/disita oleh pendidik yang mengetahui dan tidak dikembalikan
10. Berkuku panjang, di cat atau tidak 1 Dipotong dan disuruh dibersihkan catnya oleh pendidik yang mengetahui
11. Tali sepatu tidak putih 2 Disimpan/disita dan tidak dikembalikan oleh pendidik yang mengetahui
12. Bertato dan bertindik (putera)/bertindik lebih dari satu/tidak wajar (puteri) 20 Diperingatkan/diberi pembinaan oleh Pembina Osis/BP/Wali Kelas dan orang tua diundang
C KETERTIBAN MENJAGA SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH
1. Tidak merawat dan menjaga buku teks/buku pelajaran sekolah 5 Diperingatkan dan apabila bukunya hilang atau rusak disuruh mengganti oleh petugas perpustakaan
2. Mencorat-coret kursi, meja, lemari, pintu, tembok di lingkungan sekolah 5 Diperingatkan dan disuruh membersihkannya oleh Pembina Osis
3. Merusak dan tidak memelihara tanaman di lingkungan sekolah 3 Diperingatkan dan disuruh membersihkan lingkungan sekolah oleh Pembina Osis
4. Tidak menggunakan spidol, penghapus, sapu dll dengan semestinya 1 Diperingatkan dan disuruh menggunakan dengan yang semestinya oleh pendidik yang mengetahui
5. Membuang sampah tidak pada tempatnya 1 Disuruh mengambil dan memasukkan ke tempat semestinya oleh pendidik yang mengetahui
6.

Tidak ikut menjaga kebersihan WC sekolah

3 Diperingatkan oleh pendidik yang mengetahui
D KENAKALAN SISWA
I. YANG BERHUBUNGAN DENGAN BENDA
1. Membawa uang yang berlebihan ke sekolah 1 Diperingatkan/disimpan dan orang tua diundang oleh wali kelas
2. Membawa Handphone (HP), walkman, iPod, Kartu dan lain-lain 5 Disimpan/disita/orang tua diundang Pembina Osis/BP/Wali Kelas
3. Membawa senjata tajam atau benda lain yang membahayakan 30 Disimpan/disita/orang tua diundang oleh Pembina Osis/BP/Wali Kelas
4. Membawa dan menghisap rokok 20 Disita untuk dimusnahkan/orang tua diundang oleh Pembina Osis/BP/Wali Kelas
5. Membawa sepeda motor baik pada jam intrakurikuler dan ekstrakurikuler 10 Diperingatkan dan orang tua diundang oleh Pembina Osis/BP
6. Membawa dan menyebarkan majalah/selebaran, tabloid porno 30 Disita untuk dimusnahkan dan orang tua diundang oleh Pembina Osis/BP/Wali Kelas
7. Membawa dan meminum minuman keras 30 Disita untuk dimusnahkan dan orang tua diundang oleh Pembina Osis/BP/Wali Kelas
8. Membawa dan mengkonsumsi Narkoba dan sejenisnya 50 Dikembalikan pada orang tua
II. PERILAKU SISWA
1. Berbicara kotor dan kasar baik dengan guru, ataupun siswa lain 2 Diperingatkan atau orang tua diundang oleh Pembina Osis/BP/Wali Kelas
2. Saling mengejek nama, profesi orang tua atau yang lainnya 2 Diperingatkan atau orang tua diundang oleh Pembina Osis/BP/Wali Kelas
3. Bercanda yang berlebihan 1 Diperingatkan oleh pendidik yang mengetahui
4. Rebut dan berbuat onar di kelas 3 Diperingatkan/orang tua diundang oleh Pembina Osis/BP/Wali Kelas
5. Berpacaran dan bergaul melampaui batas 20 Diperingatkan/orang tua diundang oleh Pembina Osis/BP/Wali Kelas
6. Membentuk geng siswa/menjadi anggota salah satu geng 30 Diperingatkan/diberi pembinaan dan orang tua diundang oleh Pembina Osis/BP/Wali Kelas
7. Berkelahi/tawuran dengan dengan siapapun dan dimanapun 30 Diperingatkan/diberi pembinaan dan orang tua diundang oleh Pembina Osis/BP/Wali Kelas
8.
Mencegat secara paksa dan menaiki kendaraan yang bukan kendaraan umum (truk, gandengan. Nge-beem) 30 Diperingatkan/orang tua diundang oleh Pembina Osis/BP/Wali Kelas
9. Mencuri benda milik perorangan atau milik sekolah 10 Diperingatkan/diberi pembinaan dan orang tua diundang oleh Pembina Osis/BP/Wali Kelas
10. Memalak dalam bentuk apapun 15 Diperingatkan dan orang tua diundang oleh Pembina Osis/BP/Wali Kelas
11. Memalsukan tanda tangan orang tua 10 Diperingatkan dan orang tua diundang oleh Pembina Osis/BP/Wali Kelas
12. Membawa orang lain yang bukan orang tua/wali apabila ada panggilan orang tua/wali 15 Diperingatkan/orang tua diundang/home visit oleh Pembina Osis/BP/Wali Kelas
13. Berjudi/taruhan dalam bentuk apapun dan dimanapun 15 Diperingatkan/diberi pembinaan dan orang tua diundang oleh Pembina Osis/BP/Wali Kelas
14. Peserta didik putri yang hamil dan peserta didik laki-laki yang menghamili. 50 Dikembalikan kepada orang tua/wali
15. Melakukan tindakan pemukulan pada Kepala Sekolah, Pendidik/guru maupun Tenaga Kependidikan. 100 Dikembalikan kepada orang tua/wali
16. Mengancam/melecehkan teman, pendidik, tenaga Kependidikan dan Kepala Sekolah. 50 Orang tua diundang Pembinaan oleh Pembina Osis/BP/Wali Kelas, membuat surat penyataan.
E KEDISIPLINAN UMUM
1. Tidak membawa kartu harian apabila sewaktu-waktu diadakan pemeriksaan 1 Diperingatkan oleh petugas pendidik yang memeriksa
2. Melanggar kedisiplinan yang belum tercantum dalam daftar ini 1-100 Diatur oleh Kepala Sekolah
CATATAN :
1. Tindakan peringatan apabila terulang maka akan ada tindak lanjut pembinaan dari wali kelas, Pembina Osis dan Guru BP.
2. Pelanggaran-pelanggaran yang poinnya belum terdaftar dalam kolom di atas maka akan diatur tersendiri oleh Kepala Sekolah.
PENJELASAN TINDAK LANJUT JENIS PELANGGARAN DAN POIN

1. MEKANISME PENGAMBILAN TINDAKAN
A. PENINDAK
Petugas yang berhak memberikan poin dan tindakan sanksi adalah semua Bapak/Ibu guru, satpam, dan seluruh tenaga kependidikan di SMP Negeri 1 Jatisari.

B. BUKTI PELANGGARAN
Ditulis atau dicatat dalam buku kasus BP/Pembina Osis/wali kelas tersendiri sebagai legalitas bukti pelanggaran.

C. REKAP POIN
1. Penindak menyerahkan catatan/bukti pelanggaran sesuai dengan catatan yang tercantum di kartu bukti pelanggaran kepada wali kelas/BP/Pembina Osis.
2. Tenaga pendidik dan kependidikan yang ditunjuk oleh Kepala Sekolah sebagai petugas rekap pelanggaran merekap setiap pelanggaran yang dilakukan siswa.
3. Hasil rekap dari petugas rekap pelanggaran dipadukan dengan data di BP/Pembina Osis/wali kelas.

JENJANG PEMBINAAN PESERTA DIDIK

TINGKAT PEMBINAAN POIN PROGRAM BIMBINGAN PETUGAS PEMBINAAN
I 1 – 20 Pembinaan umum Teguran Guru, wali kelas
II 21 – 40 Panggilan Orang tua Peringatan pertama Wali Kelas
III 41 – 60 Panggilan Orang tua Peringatan kedua Wali Kelas, Pembina Osis, BP
IV 61 – 80 Panggilan orang tua Peringatan ketiga Wali Kelas, Pembina Osis, BP, Wakasek
V 81 – 90 Pembinaan Khusus Peringatan Terakhir Wali Kelas, Pembina Osis, BP, Wakasek, Kepala Sekolah
VI 91 – 99 Konfrensi Kasus Tidak naik kelas Wali Kelas, Pembina Osis, BP, Wakasek, Kepala Sekolah, Orang Tua siswa/Wali
VII 100 Dikembalikan pada orang tua Kepala Sekolah

2. PENAMBAHAN POIN POSITIF
Penambahan poin diberikan kepada siswa yang berprestasi. Penambahan diberikan sebagai reward atas kemajuan terhadap siswa tersebut, dan dapat mengimbangi pengurangan poin yang sudah terjadi. Berikut adalah hal-hal yang dapat menambahkan perolehan poin terhadap siswa-siswa yang melakukannya:
A. PRESTASI DI KELAS
NO JENIS PRESTASI PENAMBAHAN POIN
1. Ranking 1-3 15
2. Ranking 4-5 10
3. Ranking 6-10 5
B. PENGHARGAAN KEJUARAN/LOMBA
NO PRESTASI PENAMBAHAN POIN
1. Tingkat Nasional 30
2. Tingkat Propinsi 25
3. Tingkat Kabupaten 15
4. Tingkat Komisariat 10
5. Tingkat Kecamatan 10
6. Tingkat sekolah 5
C. KEAKTIFAN PELAJAR
No Jenis Prestasi Penambahan Poin
1. Pengurus aktif Osis atau Kegiatan Ektrakurikuler 10
2. Mewakili sekolah dalam kegiatan tertentu 5
Keterangan:
Poin C atas rekomedasi pembinanya
3. PENJABARAN TINDAKAN PELANGGARAN

Bagi siswa SMP Negeri 1 Jatisari yang melakukan pelanggaran tata tertib sekolah, selain dikenakan poin pelanggaran, juga akan diberikan pembinaan dari BP dan wali kelas serta mendapatkan tindakan-tindakan dan sanksi dengan tahap-tahap sebagai berikut :

A. SISWA TERLAMBAT
Siswa yang terlambat datang di sekolah
1) Mulai bel masuk dibunyikan sampai dengan do’a selesai :
Tindakan/pengarahan dari petugas guru piket di dalam gerbang sekolah
2) Setelah berdoa :
Tidak bisa mengikuti pelajaran 1 (satu) jam pertama serta mendapat tugas membantu petugas kebersihan dengan pengawasan petugas Satpam/Guru Piket/BP.
3) Apabila terlambat lebih dari 3x maka akan dikenakaan 1 kali skorsing (1 hari).

B. SISWA MEROKOK DI LINGKUNGAN SEKOLAH
1) Pelanggaran ke-1 : Mendapat tindakan peringatan dari pendidik/tenaga kependidikan yang mengetahui dan melaporkannya pada wali kelas untuk ditindaklanjuti.
2) Pelanggaran ke-2 : Mendapat tindakan peringatan dari pendidik/tenaga kependidikan yang mengetahui dan melaporkannya pada wali kelas untuk ditindaklanjuti dengan mengundang oran tua.
3) Pelanggaran ke-3 : Dipanggil orang tua dan membuat pernyataan tertulis.
4) Pelanggaran ke-4 : Dipanggil orang tua dan diskor selama tiga hari.

C. SISWA TIDAK MENGIKUTI KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR (KBM) ATAU MEMBOLOS
1) Pelanggaran ke-1 : Setelah mendapatkan laporan dari guru, wali kelas memanggil siswa yang membolos untuk mendapat peringatan.
2) Pelanggaran ke-2 : Setelah mendapatkan laporan dari guru, wali kelas memanggil siswa yang membolos dan mengundang orang tua untuk mendapat peringatan kedua.
3) Pelanggaran ke-3 : Setelah mendapatkan laporan dari guru, wali kelas memanggil siswa yang membolos dan mengundang orang tua untuk membuat pernyataan tertulis.
4) Pelanggaran ke-4 : dipanggil orang tua dan diskors selama 2 hari.
D. SISWA BERTENGKAR DAN BERKELAHI DENGAN SESAMA SISWA
1) DENGAN SATU SEKOLAH :
a) 1 kali pelanggraran : dipanggil oleh wali kelas/BP/Pembina Osis untuk mendapat peringatan
b) 2 kali pelanggaran : dipanggil oleh wali kelas/BP/Pembina Osis dan mengundang orang tua.
c) 3 kali pelanggran : dipanggil oleh wali kelas/BP/Pembina Osis dan mengundang orang tua untuk membuat pernyataan tertulis.
d) 4 kali pelanggraran : dipanggil orang tua dan diskors 3 hari.

2) DENGAN SISWA SEKOLAH LAIN (TAWURAN)
a) 1 kali pelanggraran : dipanggil oleh wali kelas/BP/Pembina Osis untuk mendapat peringatan dan mengundang oran tua.
b) 2 kali pelanggaran : dipanggil oleh wali kelas/BP/Pembina Osis untuk mendapat peringatan dan mengundang orang tua untuk membuat pernyataan tertulis dan di skor 1 (satu) minggu.
c) 3 kali pelanggaran : dikembalikan kepada orang tua.
Keterangan :
Skorsing dilakukan di sekolah dengan kegiatan sesuai yang diagendakan oleh Guru/BP/Wali Kelas/Pembina Osis/Wakasek.

4. SKORSING
a. Pemberian tugas tambahan di sekolah pada jam PBM.
b. Siswa yang dikenakan skorssing di anggap masuk
c. Jenis skorsing berupa:
1) Meresume materi/buku
2) Mengerjakan soal/tugas LKS/membuat kliping dan lain-lain
3) Membantu tugas-tugas guru
4) Hasil skorsing diserahkan pada BP untuk di validasi.
TATA TERTIB

PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
SMP NEGERI 1 JATISARI
I. GURU
A. KEWAJIBAN
1. Guru wajib hadir di sekolah sebelum jam pelajaran dimulai pukul 06.45 WIB dan meninggalkan sekolah setelah jam pelajaran selesai pukul 11.20, kecuali hari Jum’at pukul 10.20 WIB.
2. Guru wajib mengisi Daftar Hadir setiap hari
3. Guru wajib mengikuti Upacara Bendera hari Senin, dan hari – hari lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4. Guru wajib memakai pakaian dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Senin : Pakaian Seragam Pemda
b. Selasa : Pakaian Seragam Harian (PSH) Warna Biru
c. Rabu : Minggu ke-1 : Batik Warna Merah
Minggu ke-2 : Batik Warna Hijau
Minggu le-3 : Batik Biru (Guru Perempuan)
: Batik Hitam (Guru Laki-laki)
Minggu ke-4 : Batik Warna Merah
d. Kamis : Batik PGRI
e. Jum’at : Baju Muslim
f. Sabtu : Pakaian bebas tetapi sesuai dengan tata kesopanan sebagai pendidik
g. Pakaian Korpri dipakai hari – hari besar Nasional.
5. Guru wajib mengajukan izin tertulis apabila tidak masuk kerja.
6. Guru wajib menyerahkan Surat Keterangan Dokter apabila izin sakit lebih dari 2 (dua) hari.
7. Guru wajib memberi tugas kepada siswa apabila saat mengajar tidak hadir atau mendapat tugas dari sekolah.
8. Guru wajib melaksanakan tugas pokoknya, yaitu membuat administrasi guru, program pembelajaran, melaksanakan analisis hasil evaluasi belajar, serta melaksanakan program tindak lanjut (Remedial dan Pengayaan).
9. Guru tidak boleh merokok pada saat mengajar baik di dalam/di luar kelas.
10. Guru wajib mengikuti MGMP baik tingkat sekolah, Komisariat dan Kabupaten
11. Guru wajib berpartisipasi aktif terhadap pelaksanaan K-7 (Ketertiban, Keindahan, Kebersihan, Keamanan, Kekeluargaan, Kerindangan, dan Kedisiplinan) dan 5-S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun) di sekolah.
12. Guru wajib disiplin dan selalu menjaga nama baik sekolah.

B. HUBUNGAN GURU DENGAN GURU
1. Saling membantu dalam melaksanakan tata tertib sekolah dan melaksanakan tugas pokok guru
2. Menepati janji dengan sejawat, konsisten pada kesepakatan yang dibuat demi peningkatan mutu sekolah.
3. Berkomunikasi aktif sehingga dapat menyampaikan saran dan kritik dengan bahasa yang sopan dan satun.
4. Mengingatkan teman guru yang melakukan kesalahan.
5. Aktif mengikuti kegiatan di luar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), menjunjung tinggi profesi dan mengembangkan profesionalisme guru misalnya seminar, kegiatan MGMP, mengikuti pendidikan dan pelatihan, dan semacamnya serta mengimbaskan pengetahuannya kepada teman sejawat.

C. HUBUNGAN GURU DENGAN KEPALA SEKOLAH
1. Melaksanakan dengan baik tugas-tugas yang diberikan oleh kepala sekolah.
2. Mau menerima kritik dan saran setelah disupervisi klinis pengembangan pembelajaran.
3. Menjalankan tugas yang diberikan oleh kepala sekolah dan siap menerima, serta membantu kepala sekolah dalam pengembangan pembelajaran.
4. Memberi masukan atau saran positif dalam pengembangan pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler.

D. HUBUNGAN GURU DENGAN PEGAWAI
1. Saling menghormati dan berlaku sopan santun.
2. Membantu dan memperlancar tugas administrasi.
3. Memberi masukan/saran untuk memajukan karier pegawai dan maupun memotivasi pegawai agar melanjutkan studi yang lebih tinggi.

E. HUBUNGAN GURU DENGAN SISWA
1. Memberi contoh teladan dalam menegakkan disiplin dan tata tertib.
2. Membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar tanpa membedakan sosial ekonomi, ras, suku, agama dan keadaan fisik siswa.
3. Memotivasi siswa dalam belajar dan berkreasi.
4. Mampu berkomunikasi dangan siswa untuk meningkatkan prestasi siswanya.
Tidak mempermalukan siswa di depan siswa lain. Pendekatan terhadap siswa harus mengikuti prinsip-prinsip bimbingan dan penyuluhan.
F. HAK–HAK GURU
1. Guru berhak mendapatkan kesejahteraan dari sekolah sesuai dengan kemampuan dan peraturan yang berlaku.
2. Guru berhak mengajukan kenaikan pangkat ke jenjang yang lebih tinggi apabila telah memenuhi syarat.
3. Guru berhak mengikuti penataran/pelatihan, seminar, workshop, sesuai dengan peraturan yang berlaku.
4. Guru berhak mengajukan cuti (cuti studi, cuti sakit, cuti bersalin, cuti besar, cuti karena alasan penting, cuti diluar tanggungan negara) sesuai dengan peraturan yang berlaku.
5. Guru berhak meningkatkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi asal memenuhi syarat dan peraturan yang berlaku.
6. Guru berhak mengikuti seleksi guru berprestasi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
7. Guru berhak mengikuti seleksi calon kepala sekolah apabila telah memenuhi persyaratan yang berlaku.
8. Guru berprestasi berhak mendapat penghargaan dari sekolah sesuai kemampuan dan peraturan yang berlaku. Adapun prestasi yang dimaksud adalah:
a. berprestasi membimbing siswa mendapat juara minimal tingkat komisariat mendapat piagam penghargaan dari Kepala Sekolah.
b. berprestasi mendapat juara dalam lomba guru berprestasi dan lomba-lomba pengembangan profesi guru minimal tingkat kabupaten mendapat piagam penghargaan dari Kepala Sekolah.

G. LARANGAN–LARANGAN
1. Guru dilarang menjual LKS, buku pelengkap dan peralatan sekolah langsung kepada siswanya, kecuali melalui koperasi sekolah.
2. Guru dilarang mengadakan kegiatan intra/ekstra yang sangat memberatkan orang tua.
3. Guru pada waktu berdinas dilarang berpakaian sempit (ketat), transparan dan bersolek berlebihan.
H. SANKSI
1. Teguran peringatan secara lisan
2. Teguran peringatan secara tertulis pertama dan kedua
3. Pernyataan tidak puas atas pekerjaannya
4. Dilaporkan kepada atasan yang berhak memberi sanksi yang lebih berat.

II. TENAGA ADMINISTRASI
A. KEWAJIBAN
1. Tenaga administrasi wajib hadir di sekolah selama 6 (enam) hari kerja.
2. Tenaga administrasi hadir di sekolah sebelum pukul 07.00 WIB dan meninggalkan sekolah pukul 13.00, kecuali hari Jumat pukul 11.00
3. Tenaga administrasi wajib memakai pakaian dengan ketentuan yang sama dengan guru.
4. Tenaga administrasi wajib mengajukan izin secara tertulis apabila tidak masuk kerja.
5. Tenaga administrasi wajib menyerahkan Surat Keterangan Dokter apabila izin sakit lebih dari 2 (dua) hari.
6. Tenaga administrasi wajib menjaga nama baik sekolah.
7. Tenaga administrasi wajib bekerja dengan penuh semangat, disiplin dan tanpa pamrih serta saling membantu.

B. HAK
1. Tenaga administrasi berhak mendapatkan kesejahteraan dari sekolah sesuai kemampuan sekolah dan peraturan yang berlaku.
2. Tenaga administrasi berhak mendapatkan kenaikan pangkat apabila telah memenuhi syarat yang berlaku.
3. Tenaga administrasi berhak mengikuti penataran/pelatihan sesuai dengan tugasnya.
4. Tenaga administrasi berhak meningkatkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi asal memenuhi syarat.
5. Tenaga administrasi berhak mengajukan cuti sesuai dengan peraturan yang berlaku.
6. Tenaga administrasi berhak mengikuti pemilihan pegawai teladan.
7. Tenaga administrasi berprestasi berhak mendapatkan penghargaan dari sekolah.
C. LARANGAN
1. Tenaga administrasi dilarang bekerja di instansi/perusahaan lain pada jam kerja sekolah, kecuali ditugasi oleh sekolah.
2. Tenaga administrasi pada waktu berdinas dilarang berpakaian sempit (ketat), transparan dan bersolek berlebihan.

D. SANKSI
1. Teguran peringatan secara lisan
2. Teguran peringatan secara tertulis pertama dan kedua
3. Pernyataan tidak puas atas pekerjaannya
4. Dilaporkan kepada atasan yang berhak memberi sanksi yang lebih berat.
Diberikan surat pemberhentian

E. LAIN–LAIN
Hal – hal yang bersifat sangat penting belum termuat dalam tata tertib akan diatur tersendiri.

Ditetapkan di : Jatisari
Pada Tanggal : 18 Juli 2016

Menyetujui :
Kepala Sekolah

H. TRI WINARNA, S.Pd.
NIP. 19670330 198903 1 007 Wakil Kepala Sekolah

HJ. SOPIAH, S.PD
NIP. 19680526 199103 2 003

Wakil Dewan Guru

DERI RUDIANA, S.Pd
NIP. 19700530 199402 1 001 Komite Sekolah

H. ENDANG ABDUL HAQ

 

Komentar ditutup.

 
%d blogger menyukai ini: